Patrialis Akbar Bicara Lantang, Hakim: Tenanglah Sedikit..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan suap

    Terdakwa kasus dugaan suap "judicial review" di Mahkamah Konstitutsi (MK) Patrialis Akbar membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Agustus 2017. Dalam dakwaan, Patrialis diduga menerima suap senilai Rp 2,15 miliar yang diduga diberikan oleh Basuki Hariman. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang kasus terdakwa Patrialis Akbar masih berlangsung sampai lewat tengah hari tadi. Sudah nyaris dua jam, ia masih membacakan nota pembelaannya dengan semangat. "Yang mencari keuntungan itu Kamaludin, sedangkan saya hanya menjadi korban," kata mantan hakim MK itu, Senin, 21 Agustus 2017.

    Setelah satu jam berdiri tepat di halaman ke-22, Patrialis Akbar mohon diri kepada Nawawi Pamulango selaku Hakim Ketua untuk kembali duduk, membacakan pledoinya. "Ini fitnah besar," serunya. Bersuara lantang selama proses sidang berlangsung, Patrialis sampai ditegur oleh Nawawi.

    Baca juga:

    Patrialis Akbar Dituntut 12,5 Tahun Penjara

    Sidang Suap Hakim MK, Patrialis Akbar Minta Dekati Hakim Lain


     

    "Mohon Anda lebih tenang sedikit. Saya tahu Anda bersemangat," ujar Nawawi. Tepat pukul 13.25, Patrialis selesai membacakan nota pembelaannya dalam sidang dan diputuskan untuk istirahat 30 menit sebelum melanjutkan pembacaan nota pembelaan dari kuasa hukum Patrialis.

     

    "Saya mohon kepada majelis hukum untuk memberikan putusan bebas kepada saya. Selain itu, saya juga minta kepada teman-teman pers, muat yang saya bikin. Selama ini saya merasa di gebukin," kata Patrialis Akbar sambil meninggalkan ruang sidang.

     

    Pembacaan pleidoi ini merupakan agenda pertama dalam sidang kasus suap atas uji materi undang-undang No. 41 Tahun 2014 mengenai Peternakan dan Kesehatan Hewan.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.