KPK Sebut FBI Tertarik Selidiki Kekayaan Johannes Marliem

Reporter

Johannes Marliem, saksi kunci kasus dugaan korupsi E-KTP, yang dokabarkan meninggal di AS, Kamis, 10 Agustus 2017. (dok.tempo)

TEMPO.COJakarta - Komisioner KPK, Laode Muhammad Syarif, mengungkapkan nilai kepemilikan salah satu rumah mewah saksi kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTPJohannes Marliem. Menurut Laode, rumah mewah milik Marliem, yang berlokasi di kawasan elite Los Angeles, Amerika Serikat, itu bernilai hingga US$ 38 juta atau senilai Rp 507 miliar.

"Salah satu rumahnya (Johannes Marliem) bukan rumah biasa, di daerah elite," kata Laode ketika ditemui di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, pada Minggu, 20 Agustus 2017.

"Salah satu yang tinggal di situ bahkan mantan direktur IMF (Dana Moneter Internasional)." Tidak hanya itu, Laode mengungkapkan, rumah kedua Marliem juga terbilang mewah. "Ada mansion lagi," katanya.

Baca juga: 
Johannes Marliem, Pemilik 500 GB Rekaman Korupsi E-KTP

Johannes Marliem, Direktur Utama Biomorf Lone LLC, yang membawahkan PT Biomorf Lone Indonesia, sekaligus saksi kasus korupsi proyek e-KTP, dikabarkan tewas pada Jumat, 11 Agustus 2017, di Los Angeles, Amerika Serikat. 

Penyebab kematiannya masih simpang siur. Sejumlah media memberitakan Marliem bunuh diri akibat stres. Namun media lain menyebut Marliem tewas ditembak oleh polisi setempat setelah dia menyandera anak dan istrinya.

"Yang pasti itu bunuh diri," Laode mengatakan. "Ada kejadian sebelumnya ketika di-search rumahnya ditemukan hal-hal lain yang mungkin membuat (sebagai bukti) dia stres."

Baca pula: 
KPK Gandeng FBI Telusuri Aset Johannes Marliem

Menurut Laode, kedua rumah mewah serta nilai kekayaan Marliem itulah yang menimbulkan kecurigaan polisi setempat untuk menyelidiki kematiannya. "Itu mengapa FBI tertarik kerja sama (dengan KPK), karena melihat profile dia, terutama dengan kekayaan yang dia miliki."

Laode mengungkapkan, di kedua rumah tersebut, polisi setempat menemukan senjata api milik Johannes Marliem. Meski memiliki senjata api tidak melanggar hukum, Laode mengatakan, Marliem sempat membawa senjata tersebut ke luar rumah, yang dilarang hukum setempat. "Pergi keluar sambil concealing weapon itu enggak boleh. Makanya dia ditahan ketika abis diperiksa LAPD (Departemen Polisi Los Angeles)."

ZARA AMELIA






Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

3 jam lalu

Lukas Enembe Ingin Berobat ke Luar Negeri, Paulus Waterpauw: Tuman

Lukas Enembe dua kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Beralasan sakit.


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

13 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

14 jam lalu

Paulus Waterpauw Minta KPK Tak Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Paulus Waterpauw mengusulkan ke KPK untuk tidak memberi izin Gubernur Papua Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.


Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

16 jam lalu

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Bolehkah Advokat Menolak Klien?

Publik mendesak eks Jubir KPK, Febri Diansyah, mengundurkan diri jadi pengacara Putri Candrawathi. Apakah kuasa hukum diperbolehkan menolak klien?


Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

18 jam lalu

Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

Wali Kota Ambon selama dua periode ini didakwa telah menerima suap dan atau gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di Pemkot Ambon.


KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

18 jam lalu

KPK Periksa Sejumlah Pejabat dan Karyawan Unila dalam Kasus Suap Rektor

KPK memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas Lampung (Unila) terkait tindak pidana suap yang melibatkan mantan Rektor Unila Karomani


KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

19 jam lalu

KPK Segera Panggil Kembali Gubernur Papua Lukas Enembe

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

20 jam lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

21 jam lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

22 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.