PPATK Endus First Travel Himpun Dana Jemaah Triliunan Rupiah  

Reporter

Editor

Elik Susanto

Sejumlah korban calon jamaah menunjukkan foto tersangka pemilik agen perjalanan First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, seusai memberikan pengaduan di posko crisis centre, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 16 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menelusuri sejumlah rekening terkait dengan biro perjalanan haji dan umraa  First Travel. Penelusuran sementara menunjukkan dana umat Islam yang mendaftar sebagai jemaah umrah, terkumpul cukup besar. 

Dihitung sejak perusahaan itu berdiri, temuan PPATK, jumlahnya sangat besar. "Triliunan ruiah," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Bank Indonesia, Jakarta, Minggu, 20 Agustus 2017. Ahmad enggan menyebut detil temuannya tersebut.

Ahmad menuturkan, angka tersebut muncul setelah PPATK melakukan penelusuran secara menyeluruh berdasarkan riwayat aliran dana yang masuk ke rekening yang diperiksa. Angkanya jauh lebih besar dibandingkan pengakuan pemilik First Travel saat diperiksa kepolisian.

Baca: Mengintip Rumah Mewah Bos First Travel di Sentul City

Dana tersebut, kata Ahmad, tidak hanya digunakan untuk memberangkatkan pelanggannya ke Tanah Suci. Sebagian dananya terlacak digunakan untuk investasi dan masuk ke kantong pribadi pemilik First Travel. 

Pemilik First Travel terlacak menggunakan dana calon jemaah haji dan umrah untuk membeli aset pribadi seperti rumah dan kendaraan. Salah satu rumahnya ada di Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Rumah tersebut tak hanya besar tapi juga mewah.

PPTAK tidak bisa memberikan informasi mengenai rincian aliran dana calon jemaah yang digunakan untuk keperluan pribadi. "Tidak bisa detil menyebutkan itu ke mana karena ini konteksnya dalam rangka pencegahan tindak pidana pencucian uang dan agar masyarakat tidak rugi lebih lanjut."

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, total utang yang dimiliki bos First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan mencapai Rp 104 miliar.  First Travel dikelola suami istri dengan nama resmi Biro Umrah PT First Anugrah Karya Wisata alias First Travel.

Nilai uang Rp 104 miliar, jauh lebih sedikit dibandingkan utang Andika yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Tersangka punya utang kepada pengurus tiket sebesar Rp 80 miliar dan kepada yang mengurus hotel dan konsumsi di Arab Saudi sebesar Rp 24 miliar," ujar Setyo pada Minggu, 20 Agustus 2017. Setyo mengatakan polisi terus melacak seluruh aset First Travel. ipu jemaah lewat biro umrah mereka. 

VINDRY FLORENTIN | EGI ADYATAMA





Anggota Polda Metro Jaya Raih Gelar Doktor dengan Studi First Travel dan Pandawa

7 Januari 2022

Anggota Polda Metro Jaya Raih Gelar Doktor dengan Studi First Travel dan Pandawa

Anggota Polda Metro Jaya Komisaris Supriyanto berhasil meraih gelar doktor kriminologi dengan predikat Cumlaude dari FISIP UI.


PK Terpidana First Travel: Aset yang Dirampas Negara Dikembalikan ke Korban

12 Agustus 2020

PK Terpidana First Travel: Aset yang Dirampas Negara Dikembalikan ke Korban

Terpidana kasus penipuan dan penggelapan oleh First Travel mengajukan PK ke Pengadilan Negeri Depok, pada Senin, 11 Agustus lalu.


YLKI Minta Kasus Jiwasraya Jangan Sampai Seperti First Travel

14 Januari 2020

YLKI Minta Kasus Jiwasraya Jangan Sampai Seperti First Travel

Khawatir nasib nasabah Jiwasraya sama seperti korban First Travel, YLKI minta jaminan Erick Thohir.


BPKN Minta Pemerintah Berangkatkan Umrah Jamaah First Travel

16 Desember 2019

BPKN Minta Pemerintah Berangkatkan Umrah Jamaah First Travel

Pemerintah diminta bertanggung jawab terhadap jamaah First Travel.


Korban Penipuan Properti Syariah Cemas Bernasib Sama First Travel

16 Desember 2019

Korban Penipuan Properti Syariah Cemas Bernasib Sama First Travel

Beberapa korban penipuan rumah berkedok pengembang syariah, khawatir akan bernasib sama seperti korban First Travel.


Tujuh Agen Perjalanan Patungan Biayai Umrah Korban First Travel

6 Desember 2019

Tujuh Agen Perjalanan Patungan Biayai Umrah Korban First Travel

Sebanyak 1.000 orang korban First Travel akan dibiayai umrah oleh tujuh pengusaha agen perjalanan.


Agen Perjalanan Ini Diduga Menipu, Instagram Penuh Hujatan

4 Desember 2019

Agen Perjalanan Ini Diduga Menipu, Instagram Penuh Hujatan

Agen perjalanan Easy To Holiday diduga melakukan penipuan kepada calon pelancong.


Mirip First Travel, Agen Perjalanan Ini Rugikan Calon Pelancong

4 Desember 2019

Mirip First Travel, Agen Perjalanan Ini Rugikan Calon Pelancong

Setelah First Travel yang merugikan ratusan jemaah hingga miliaran rupiah, kali ini, Easy To Holiday


Korban First Travel Minta Kejagung Tunda Lelang Aset Sitaan

3 Desember 2019

Korban First Travel Minta Kejagung Tunda Lelang Aset Sitaan

Kuasa hukum korban mengatakan Kejagung wajib memberikan bantuan hukum dan memperjuangkan hak para korban First Travel.


Hakim Tolak Gugatan Perdata Terhadap First Travel

2 Desember 2019

Hakim Tolak Gugatan Perdata Terhadap First Travel

Sebut bukti sekoper, calon jemaah umrah First Travel mengajukan banding.