Pendidikan Vokasi, Pemerintah Targetkan 1 Juta Tenaga Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bursa tenaga kerja. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Bursa tenaga kerja. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Ahli Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ghafur Akbar Dharma Putra, mengatakan persaingan antarbangsa semakin meningkat. Karena itu, Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia terdidik untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dengan baik.


    Menurut Ghafur, kebijakan membuka sekolah vokasi yang diikuti upaya revitalisasi pendidikan dan pelatihan di SMK, Politeknik, dan Balai Latihan sebagai bentuk mempersiapkan SDM itu. “Lima kementerian dilibatkan dalam usaha ini,” kara Ghafur dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 di Kementerian Komkominfo pada Minggu, 20 Agustus 2017.


    Lima kementerian tersebut adalah, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.


    Dari Kementerian Perindustrian menyatakan siap memasok kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang kompeten melalui lulusan program pendidikan vokasi. Sebab SDM yang terampil menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi Italia dan daya saing sektor manufaktur, selain modal dan teknologi.


    “Tenaga Kerja kita banyak, tapi yang memenuhi kualifikasi untuk masuk dunia industri sedikit. Oleh karena pendidikan vokasi ini sangat penting,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Haris Munandar.


    Haris mengungkapkan, Kementeriannya telah melakukan kegiatan peluncuran program vokasi industri di tiga wilayah yakni Jawa Timur, Jawa Tengah-DIY, dan Jawa Barat. Kegiatan ini yang diikuti oleh 308 industri, 1.019 SMK, dan telah ditandatangani 1.710 perjanjian kerja sama.


    Sementara itu, pendidikan vokasi untuk lulusan pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, Kementerian Ketenagakerjaan berupsaya memaksimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) melalui Program 3R, yakni revitalisasi, rebranding, dan re-orientasi.


    “Tujuan program ini adalah untuk menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya masif, tetapi juga fokus sesuai kebutuhan industri.”ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Harry Sudarmanto.


    Pada 2019, melalui pendidikan vokasi ditargetkan dapat menciptakan 1 juta sumber daya manusia siap kerja dengan melibatkan 1.775 SMK dan 355 perusahaan dengan perkiraan jumlah lulusan terverifikasi sebanyak 845 ribu orang.


    Pelaksanaan program vokasi industri ini didasarkan pada UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan. 


    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?