Komik Anti Korupsi, Ada Kartun Luthfi Acungkan Dua Jari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berswafoto saat mengunjungi pameran komik AkuKPK di Jakarta, 20 Agustus 2017. Acara yang bertemakan Aksi Komik Untuk KPK (AkuKPK) ini menampilkan berbagai karikatur dan komik korupsi yang bertujuan untuk mendukung KPK dalam media sosial. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengunjung berswafoto saat mengunjungi pameran komik AkuKPK di Jakarta, 20 Agustus 2017. Acara yang bertemakan Aksi Komik Untuk KPK (AkuKPK) ini menampilkan berbagai karikatur dan komik korupsi yang bertujuan untuk mendukung KPK dalam media sosial. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -  Memasuki areal Jakarta Creative Hub, mata pengunjung langsung tertuju kepada kartun Luthfi Hassan Isshaaq, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Terpidana 18 tahun kasus korupsi daging impor pada 2013 lalu itu mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sambil berpose mengacungkan dua jarinya dan tersenyum sumringah.

    Di samping gambar Luthfi tertulis kalimat sindiran "Rompi Percaya Diri". Kartun karya Salmy dari portal berita Beritagar.id itu merupakan satu dari sekitar 70 kartun dan komik yang dipamerkan dalam acara Aksi Komik Untuk KPK (AKU KPK) di Jakarta Creative Hub, Thamrin, Jakarta Pusat pada Minggu, 20 Agustus 2017.


    Acara ini digagas KPK bersama komunitas Lemari Buku-Buku bertujuan mensosialisasikan pesan anti korupsi kepada masyarakat, terutama generasi muda. "Acara ini menyuarakan pesan untuk generasi milenial agar mempunyai kesadaran anti korupsi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

    Baca: MA Perberat Vonis, Komentar Luthfi: Saya Kira 20 Tahun Penjara


    Komik dan kartun yang dipamerkan merupakan kiriman publik ke akun Instagram resmi KPK yang dibuka sejak Juni 2017. Karya-karya itu kemudian dibukukan menjadi komik serta ilustrasi anti korupsi. "Acara ini sebenarnya semacam kopi darat (temu muka) antara orang-orang yag sebelumnya berinteraksi di media sosial dan menyumbangkan komiknya selama dua bulan terakhir," kata Febri.


    Tidak hanya mengangkat isu-isi korupsi besar, karya-karya yang ditampilkan dalam acara itu juga mengangkat isu korupsi sehari-hari. "Misalnya, ada seorang anak diminta memberi sabun, tapi uang kembalinya diambil atau tidak diberikan kepada orang tua," Febri mencontohkan salah satu bentuk korupsi yang sederhana.


    Melalui komik KPK berharap pemahaman mengenai bentuk korupsi lebih mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai umur. "Komik lebih mudah dilihat dibanding ketika membaca teks yang panjang. Pesan yang diterima akan lebih cepat," kata Febri menjelaskan.


    Leona, salah satu pengunjung acara KPK ini, mengaku tertarik dengan komik-komik anti korupsi. Menurut Leona, memahami kasus korupsi melalui ilustrasi dan komik lebih menarik ketimbang ceramah atau membaca teks. "Seperti ini orang lebih mudah mengetahui bentuk-bentuk korupsi," kata gadis usia 20 tahun tersebut. Kasus korupsi Luthfi soal suap impor daging, adalah salah satu jenis rasuah yang ditangani KPK.


    ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.