Laode KPK: Transplantasi Mata Novel Baswedan Butuh Dua Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengungkapkan proses transplantasi mata kiri penyidik senior KPK Novel Baswedan masih membutuhkan waktu lama.

    "Membutuhkan dua bulan lagi untuk ditransplantasi masuk di dalam matanya," kata Laode di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Ahad, 20 Agustus 2017. "Jadi perjuangan pasih panjang."

    Baca: Novel Baswedan Jalani Perawatan Khusus Usai Operasi Tahap Pertama

    Laode menjelaskan, operasi terakhir yang dijalani oleh Novel pada Kamis, 17 Agustus 2017, lalu berjalan dengan lancar. "Setelah 17 Agustus itu dari pagi sekitar empat jam dioperasi, diambil dari gusinya dan ditanamkan ke bagian daging dalam pipinya," kata dia. "Alhamdulillah berjalan lancar."

    Pada 11 April lalu, dua pria tak dikenal menyiramkan air keras kepada penyidik senior KPK itu seusai menjalankan ibadah salat subuh. Akibatnya, kedua mata Novel, terutama mata kiri, mengalami kerusakan.

    Baca: Tim Advokasi Novel Baswedan Tetap Desak Jokowi Bentuk TGPF

    Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki pelaku penyiraman air keras tersebut. Polisi sempat memeriksa tiga orang namun dilepaskan kembali karena mereka memiliki dalih kuat. Dua pekan lalu, polisi telah merilis sketsa dua orang penyerang Novel Baswedan.

    ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.