Jumat, 21 September 2018

Bendera Terbalik, Puan: Kami Ingin Penyelesaian Diplomatik Resmi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani menjawab pertanyaan media usai menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman lima menteri dalam rangka kerjasama antara Industri dan SMK di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Amston Probel

    Menko PMK Puan Maharani menjawab pertanyaan media usai menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman lima menteri dalam rangka kerjasama antara Industri dan SMK di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia langsung bergerak cepat dalam menyikapi permasalahan bendera Indonesia terbalik di buku panduan pembukaan SEA Games 2017, dan menuntut Malaysia menyampaikan permintaan maaf secara diplomatik.

    Tuntutan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan tiga menteri, yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, serta Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir.

    Hasil pertemuan itu disampaikan di sela menonton pertandingan polo air antara Indonesia dan Filipina, di Aquatic Centre Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad, 20 Agustus 2017.

    Baca: Bendera Terbalik di SEA Games, Netizen: Itu Murni Kesengajaan!

    "Kami sudah melaporkan permasalahan ini kepada Presiden. Berhubung kami di sini (Malaysia) maka kami mendapatkan tugas untuk menindaklanjuti karena ini persoalan simbol negara, maka saya ingin ada penyelesaian secara diplomatik," kata Menko PMK Puan Maharani.

    Dampak dari bendera terbalik saat ini sudah menyebar luas. Bahkan, saat ini juga sudah beredar permintaan maaf dari pihak Malaysia.

    Hanya saja dalam surat dua bahasa itu tidak dibubuhkan tanda tangan dari pihak berwenang.

    Simak juga: Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi Tunggu Permintaan Maaf Resmi

    Puan meminta pihak Malaysia melakukan langkah yang benar. Hal tersebut dikarenakan surat yang beredar luas melalui media sosial itu hanya bertuliskan Sekretariat Kuala Lumpur 2017 serta Jawatan Kuasa Pengelola Malaysia (MASOC).

    "Saya sudah melihat surat itu, tapi saya sayangkan surat tersebut tidak ada tanda tangan resminya siapa yang bertanggung jawab. Jadi kami masih menunggu jalur resmi," ujar Puan menambahkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.