Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tokoh 17 Agustus: Solusi Gamal Albinsaid Mengatasi Biaya Medis

image-gnews
Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto
Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Gamal Albinsaid menjadi salah satu kaum muda tokoh 17 Agustus di bidang kesehatan pilihan Koran Tempo. Gamal adalah pendiri klinik Indonesia Medika di Jalan Kyai Parseh Jaya, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang. Di klinik tersebut, masyarakat bisa mengakses pelayanan primer dengan menukar sampah sebesar Rp 10 ribu per bulan.

Baca: 17 Agustus 2045 Menjelang: Tokoh Muda Menggantang Indonesia

Gamal menjelaskan, target awal klinik ini adalah kelompok masyarakat di Kelurahan Bumiayu yang terbiasa membuang sampah ke sungai. ”Melalui asuransi sampah, kami bisa membantu pelayanan kesehatan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” kata Gamal.

Gamal mulai merintis asuransi sampah pada 2013. Pendorongnya adalah peristiwa anak pemulung berusia 3 tahun bernama Khairunnisa yang meninggal karena diare. Anak itu mengembuskan napas terakhir di gerobak ayahnya yang berpenghasilan tak lebih dari Rp 10 ribu per hari.

Hati dokter kelahiran Malang, 8 September 1989 ini semakin tergerak ketika mengetahui data kesehatan yang menyebutkan sekitar 60 persen masyarakat Indonesia tak memiliki asuransi. Juga, sekitar separuh masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp 30 ribu per hari. ”Pemulung hanya punya sampah untuk membayar,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.

Salah satu pasien yang sudah merasakan manfaat asuransi sampah ini adalah Maryati, 65 tahun. Nenek dua cucu ini rutin memeriksakan diri di klinik Indonesia Medika lantaran susah tidur dan nyeri persendian sejak sepekan terakhir. Sebagai anggota klinik asuransi sampah, Mariyati tak perlu mengeluarkan biaya pengobatan. Dia cukup mengumpulkan sampah kering, seperti kertas, plastik, dan logam, setiap pekan.

Selain mendapat pelayanan kesehatan primer di klinik, Maryati  juga bisa mendapat layanan di rumah sakit. Sebab, Indonesia Medika kini bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan berbasis sampah.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Malang, Muji Harianti, mengatakan untuk menutupi iuran layanan kelas III sebesar Rp 25.500, peserta cukup membayar dengan sampah senilai Rp 10 ribu per bulan. Selebihnya, biaya sebesar Rp 15.500 dibayar melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan yang dikelola Indonesia Medika. "Pembayaran dilakukan secara kolektif," kata Muji Harianti.

Indonesia Medika berkembang tidak dengan hanya mengandalkan sampah dari masyarakat. Program Manager Indonesia Medika, Winda Angela Armytasari, mengatakan lembaga itu juga mengelola dana tanggung jawab sosial dari perusahaan dan masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kini, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, pasien bisa mendapat pelayanan lanjutan di rumah sakit yang ditunjuk. Saat ini, sudah ada dua pasien peserta asuransi sampah yang menjalani penanganan lanjutan berupa operasi miom dan prostat.

Menurut Gamal, untuk tahap awal, ada 100 dari 230 anggota yang didaftarkan kepesertaannya di BPJS Kesehatan. “Tentu saja memprioritaskan peserta yang membutuhkan,” katanya. Dia menyebutkan, jika donasi dan dana tanggung jawab sosial perusahaan sudah lebih besar, semua anggota akan didaftarkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Boedi Edy Putranto, mendukung pelayanan kesehatan berbasis sampah ini. Total setiap hari produksi sampah di Malang mencapai 500 ton. "Program ini mengurangi sampah ke tempat pembuangan akhir Supit Urang," ujarnya.

Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih, mengatakan asuransi sampah merupakan jawaban atas dua hal sekaligus, yaitu mewujudkan gaya hidup sehat sekaligus mengurangi masalah lingkungan. Menurut dia, menerapkan gaya hidup sehat merupakan investasi kesehatan jangka panjang. “Ini merupakan solusi untuk mendapatkan masyarakat Indonesia yang mengerti perilaku gaya
hidup sehat,” kata dia.

Simak:
Tokoh 17 Agustus: Mimpi Rafi Ridwan di Panggung Fesyen Dunia
Tokoh 17 Agustus: Dua Srikandi Mendaki Tujuh Puncak Dunia

Program asuransi sampah yang dirintis Gamal Albinsaid ini kini tengah dikembangkan di sejumlah daerah dengan metode dan pendekatan kearifan lokal. Untuk upayanya mengatasi persoalan biaya kesehatan itu, Gamal juga telah menerima beragam penghargaan. Salah satunya penghargaan The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur, yang diberikan Pangeran Charles di Inggris.

Simak artikel Tokoh 17 Agustus lainnya hanya di Tempo.co.

TIM TEMPO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Gerakan Makan Berkah Bantu Pasien Covid-19 yang Harus Isoman di Tangsel

14 Agustus 2021

Relawan Gerakan Makan Berkah saat membagikan makanan siap saji kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri diwilayah Ciputat Timur, Sabtu 14 Agustus 2021. Tempo/Muhammad Kurnianto
Gerakan Makan Berkah Bantu Pasien Covid-19 yang Harus Isoman di Tangsel

gerakan Makkah sudah memiliki empat dapur di Tangerang Selatan untuk membagikan makanan gratis setiap hari bagi pasien Covid-19 yang sedang isoman.


Usai Upacara, Sri Mulyani Ikut Flash Mob dengan Pegawai Kemenkeu

17 Agustus 2019

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selepas menjadi Pembina Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-74 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019. Tempo/Caesar Akbar
Usai Upacara, Sri Mulyani Ikut Flash Mob dengan Pegawai Kemenkeu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut menari dalam flash mob yang diinisiasi oleh sejumlah pegawai Kementerian Keuangan.


Tokoh 17 Agustus: Kantong Pekerja Lepas Ryan Gondokusumo

21 Agustus 2017

Pendiri Sribulancer, Ryan Gondokusumo, saat ditemui Tempo di kantornya, kawasan Gandaria, Jakarta, 9 Agustus 2017. TEMPO/Nurdiansah
Tokoh 17 Agustus: Kantong Pekerja Lepas Ryan Gondokusumo

Ryan Gondokusumo berhasil mengembangkan situs penyedia jasa desain menjadi platform yang mewadahi ribuan pekerja lepas dalam waktu tiga tahun.


Tokoh 17 Agustus: Prasetyo Andy Mewujudkan Konsep Smart City

21 Agustus 2017

Head of IT Development Jakarta Smart City Prasetyo Andy Wicaksono. TEMPO/Imam Sukamto
Tokoh 17 Agustus: Prasetyo Andy Mewujudkan Konsep Smart City

Prasetyo Andy Wicaksono menerapkan aplikasi digital Qlue Jakarta Smart City untuk memecahkan masalah perkotaan.


Tokoh 17 Agustus: Firdaus Putra Aditama dan Koperasi Modern

20 Agustus 2017

Firdaus Putra Aditama. dok. pribadi
Tokoh 17 Agustus: Firdaus Putra Aditama dan Koperasi Modern

Tokoh 17 Agustus Koran Tempo salah satunya adalah Firdaus Putra Aditama, 32 tahun.


Tokoh 17 Agustus: Sulfahri, Kepincut Listrik Alga

20 Agustus 2017

Dokter Universitas Hasanuddin, Sulfahri (28) saat berada di antara  Ganggang (Alga) untuk bahan penilitian Alga menjadi Biotethanol dan biodisel di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 2017. TEMPO/Iqbal Lubis
Tokoh 17 Agustus: Sulfahri, Kepincut Listrik Alga

Sulfahri, 28 tahun, terpilih menjadi tokoh 17 Agustus Koran Tempo.


Tokoh 17 Agustus: Ricky Elson, Setrum Murah untuk Rakyat

20 Agustus 2017

Ilmuwan Ricky Elson. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Tokoh 17 Agustus: Ricky Elson, Setrum Murah untuk Rakyat

Ricky Elson, adalah salah satu tokoh edisi khusus Tempo Hari
Kemerdekaan 17 Agustus 2017.


Tokoh 17 Agustus, Mizan Bustanul Pembuat Kurikulum Anti Bencana

20 Agustus 2017

Mizan Bustanul Fuady Bisri, saat survey pasca gempa Nepal 2015 di di Gorkha, Nepal, 25 April 2017. dok. pribadi
Tokoh 17 Agustus, Mizan Bustanul Pembuat Kurikulum Anti Bencana

Dalam memperingati hari proklamasi 17 Agustus, redaksi Tempo
menampilkan tokoh edisi khusus. Salah satunya adalah Mizan
Bustranul Fuady Bisri.


Tokoh 17 Agustus: Ratih Pangestuti, Mengail Obat dari Lautan

19 Agustus 2017

Ratih Pangestuti di laboratorium Pusat Penelitian Oseanografi  LIPI, Jakarta, 14 Agustus 2017. Bioaktif peptida kuda laut mampu menurunkan peradangan pada mikroglia dan menghambat kematian sel saraf cholinergic. TEMPO/ Nita Dian
Tokoh 17 Agustus: Ratih Pangestuti, Mengail Obat dari Lautan

Ratih pangestuti, tokoh 17 Agustus di bidang kesehatan pilihan Koran Tempo, meneliti biota laut untuk mencari bahan baku obat.


17 Agustus, Upaya Memangkas Masa Pengobatan TBC

18 Agustus 2017

Satria Arief Prabowo. dok. pribadi
17 Agustus, Upaya Memangkas Masa Pengobatan TBC

Seorang tokoh 17 Agustus pilihan Tempo, Satria Arief Prabowo merupakan peneliti termuda dalam proyek pengembangan vaksin baru TBC.