Rabu, 19 Desember 2018

Tokoh 17 Agustus: Solusi Gamal Albinsaid Mengatasi Biaya Medis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gamal Albinsaid menjadi salah satu kaum muda tokoh 17 Agustus di bidang kesehatan pilihan Koran Tempo. Gamal adalah pendiri klinik Indonesia Medika di Jalan Kyai Parseh Jaya, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang. Di klinik tersebut, masyarakat bisa mengakses pelayanan primer dengan menukar sampah sebesar Rp 10 ribu per bulan.

    Baca: 17 Agustus 2045 Menjelang: Tokoh Muda Menggantang Indonesia

    Gamal menjelaskan, target awal klinik ini adalah kelompok masyarakat di Kelurahan Bumiayu yang terbiasa membuang sampah ke sungai. ”Melalui asuransi sampah, kami bisa membantu pelayanan kesehatan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” kata Gamal.

    Gamal mulai merintis asuransi sampah pada 2013. Pendorongnya adalah peristiwa anak pemulung berusia 3 tahun bernama Khairunnisa yang meninggal karena diare. Anak itu mengembuskan napas terakhir di gerobak ayahnya yang berpenghasilan tak lebih dari Rp 10 ribu per hari.

    Hati dokter kelahiran Malang, 8 September 1989 ini semakin tergerak ketika mengetahui data kesehatan yang menyebutkan sekitar 60 persen masyarakat Indonesia tak memiliki asuransi. Juga, sekitar separuh masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp 30 ribu per hari. ”Pemulung hanya punya sampah untuk membayar,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.

    Salah satu pasien yang sudah merasakan manfaat asuransi sampah ini adalah Maryati, 65 tahun. Nenek dua cucu ini rutin memeriksakan diri di klinik Indonesia Medika lantaran susah tidur dan nyeri persendian sejak sepekan terakhir. Sebagai anggota klinik asuransi sampah, Mariyati tak perlu mengeluarkan biaya pengobatan. Dia cukup mengumpulkan sampah kering, seperti kertas, plastik, dan logam, setiap pekan.

    Selain mendapat pelayanan kesehatan primer di klinik, Maryati  juga bisa mendapat layanan di rumah sakit. Sebab, Indonesia Medika kini bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan berbasis sampah.

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Malang, Muji Harianti, mengatakan untuk menutupi iuran layanan kelas III sebesar Rp 25.500, peserta cukup membayar dengan sampah senilai Rp 10 ribu per bulan. Selebihnya, biaya sebesar Rp 15.500 dibayar melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan yang dikelola Indonesia Medika. "Pembayaran dilakukan secara kolektif," kata Muji Harianti.

    Indonesia Medika berkembang tidak dengan hanya mengandalkan sampah dari masyarakat. Program Manager Indonesia Medika, Winda Angela Armytasari, mengatakan lembaga itu juga mengelola dana tanggung jawab sosial dari perusahaan dan masyarakat.

    Kini, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, pasien bisa mendapat pelayanan lanjutan di rumah sakit yang ditunjuk. Saat ini, sudah ada dua pasien peserta asuransi sampah yang menjalani penanganan lanjutan berupa operasi miom dan prostat.

    Menurut Gamal, untuk tahap awal, ada 100 dari 230 anggota yang didaftarkan kepesertaannya di BPJS Kesehatan. “Tentu saja memprioritaskan peserta yang membutuhkan,” katanya. Dia menyebutkan, jika donasi dan dana tanggung jawab sosial perusahaan sudah lebih besar, semua anggota akan didaftarkan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Boedi Edy Putranto, mendukung pelayanan kesehatan berbasis sampah ini. Total setiap hari produksi sampah di Malang mencapai 500 ton. "Program ini mengurangi sampah ke tempat pembuangan akhir Supit Urang," ujarnya.

    Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih, mengatakan asuransi sampah merupakan jawaban atas dua hal sekaligus, yaitu mewujudkan gaya hidup sehat sekaligus mengurangi masalah lingkungan. Menurut dia, menerapkan gaya hidup sehat merupakan investasi kesehatan jangka panjang. “Ini merupakan solusi untuk mendapatkan masyarakat Indonesia yang mengerti perilaku gaya
    hidup sehat,” kata dia.

    Simak:
    Tokoh 17 Agustus: Mimpi Rafi Ridwan di Panggung Fesyen Dunia
    Tokoh 17 Agustus: Dua Srikandi Mendaki Tujuh Puncak Dunia

    Program asuransi sampah yang dirintis Gamal Albinsaid ini kini tengah dikembangkan di sejumlah daerah dengan metode dan pendekatan kearifan lokal. Untuk upayanya mengatasi persoalan biaya kesehatan itu, Gamal juga telah menerima beragam penghargaan. Salah satunya penghargaan The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur, yang diberikan Pangeran Charles di Inggris.

    Simak artikel Tokoh 17 Agustus lainnya hanya di Tempo.co.

    TIM TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.