Soal Doa Tifatul, Ketua MUI Maruf Amin: Harusnya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasannudin AF (kanan), dan Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. MUI menyatakan bahwa Gerakan Fajar Nusantara aliran sesat dan menyesatkan. TEMPO/Amston Probel

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasannudin AF (kanan), dan Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. MUI menyatakan bahwa Gerakan Fajar Nusantara aliran sesat dan menyesatkan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Manado - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin menanggapi singkat namun tegas mengenai isi doa yang dibacakan oleh Tifatul Sembiring pada sidang paripurna 17 Agustus 2017 yang menjadi viral tersebut.

    Menurutnya, seharusnya ada hal-hal yang mestinya tidak perlu dimunculkan, tapi kenyataannya malah dibacakan. Terkait doa agar Jokowi lebih gemuk, KH Maruf Amin dengan mengatakan jika hal tersebut sebaiknya tidak disampaikan, dalam doa yang disiarkan secara langsung tersebut.

    Baca juga:

    Doa Tifatul Sembiring di Sidang MPR: Agar Presiden Jokowi Gemuk

    "Seharusnya ada hal-hal yang tidak perlu, tapi muncul. Segala, wah upaya digemukkan. Mestinya yang begitu tidak dibunyikan," kata KH Maruf di hadapan wartawan, Jumat 18 Agustus 2017 di Manado.

    Rais Aam PBNU KH Maruf Amin sendiri berada di Kota Manado untuk menggelar konsolidasi bersama seluruh ulama Nahdlatul Ulama di Sulawesi Utara untuk bisa mengambil bagian secara aktif dalam mengawal dan menjaga keutuhan NKRI dari ancaman radikalisme dan intoleransi.

    Selain dengan para ulama, KH Maruf Amin juga bertemu dengan sejumlah elemen masyarakat lainnya yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, untuk menggelar dialog kerukunan. KH Ma'ruf Amin juga akan memberikan kuliah umum di Universitas Sam Ratulangi, Sabtu 19 Agustus 2017 hari ini.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.