17 Agustus, 55 Warga Binaan di Bangka Belitung Bebas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyerakan putusan remisi kepada para narapidana di Lapas Kelas II A Pekanbaru. TEMPO/RIyan Nofitra

    Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyerakan putusan remisi kepada para narapidana di Lapas Kelas II A Pekanbaru. TEMPO/RIyan Nofitra

    TEMPO.CO, PANGKALPINANG - Sebanyak 55 orang warga binaan yang ada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Cabang Rumah Tahanan Negara di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) langsung bebas setelah menerima remisi umum dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bangka Belitung Yoseph mengatakan 55 orang warga binaan yang langsung bebas tersebut siap kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan keterampilan yang sudah diberikan selama menjalani pembinaan.


    "Untuk Bangka Belitung total ada 1005 orang narapidana dan anak pidana yang memperoleh remisi umum HUT kemerdekaan. Mereka terdiri dari penerima remisi umum I sebanyak 950 orang dan penerima remisi umum II sebanyak 55 orang," ujar Yoseph dalam sambutannya pada kegiatan penyerahan remisi umum di lapas kelas II A Tua Tunu Pangkalpinang, Kamis, 17 Agustus 2017.


    Yoseph menuturkan pelaksanaan program kemandirian bagi warga binaan permasyarakatan di lapas dan cabang rutan di jajaran Kementerian Hukum dan HAM Bangka Belitung sudah berjalan baik. Diantaranya menjalin kerja sama dengan Badan Pengelolaan, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) dalam hal pelatihan pertanian penanaman lada yang merupakan tanaman unggulan di Bangka Belitung.


    "Untuk tanaman hidroponik kita bekerja sama dengan Bank Indonesia di lapas kelas III narkotika Pangkalpinang. Kemandirian di lapas perempuan kita bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kegiatan tata boga dan tata rias. Sedangkan program kemandirian di lembaga pembinaan khusus anak, kita bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah," ujar dia.


    Menurut Yoseph, kapasitas lapas dan cabang rutan di Bangka Belitung adalah untuk 1253 orang. Namun saat ini tingkat over kapasitas sudah mencapai 68 persen yang diisi oleh warga binaan tindak pidana umum dewasa 1212 orang dan anak-anak 20 orang. Sedangkan untuk tindak pidana khusus korupsi sebanyak 61 orang, narkotika 817 orang dan teroris satu orang.


    "Kita kekurangan tugas unit pelaksana teknis di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Namun tahun depan ada rencana gubernur membangun lapas baru di Kabupaten Bangka Tengah. Kita berharap itu dapat tercapai dan dapat dukungan dari DPRD Bangka Belitung," ujar dia.


    Yoseph menambahkan saat ini kondisi umum lapas dan cabang rutan di jajaran kantor wilayah kementerian hukum dan HAM Bangka Belitung dalam keadaan kondusif, aman dan terkendali. Hal tersebut berkat kerja sama yang baik di satuan tugas keamanan dan ketertiban Kementerian Hukum dan HAM.


    "Kita juga bekerja sama dengan kepolisian, TNI dan BNN dalam menjaga keamanan di lapas. Kita berharap kerja sama ini semakin baik dan terus meningkat kedepannya," ujar dia.

     

    SERVIO MARANDA 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.