Cerita Pengibar Bendera Merah Putih di Dasar Laut Wakatobi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah seorang penyelam memotret pemandangan bawah laut di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 7 Agustus 2015. Wakatobi menjadi destinasi menyelam kelas dunia karena keindahan terumbu karang dan banyaknya spesies ikan. TEMPO/Iqbal Lubis

    Salah seorang penyelam memotret pemandangan bawah laut di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 7 Agustus 2015. Wakatobi menjadi destinasi menyelam kelas dunia karena keindahan terumbu karang dan banyaknya spesies ikan. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Kendari - Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  Republik Indonesia (RI) ke 72 di dasar laut Wakatobi sukses digelar. Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) Arhawi memimpin pelaksanaan upacara peringatan  kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 72  bersama puluhan penyelam dari berbagai latar belakang profesi.

    Upacara pengibaran bendera merah putih di dasar  laut itu dilaksanakan pada kedalaman sekitar 20  meter dilakukan diperairan  pantai Cemara, Desa Wapiapia, Kecamatan Wangiwangi.

    Acara itu juga dihadiri oleh lima orang Warga Negara Asing (WNA). Mereka mewakili peserta Sail Wonderful Indonesia 2017 yang sempat singgah di Wakatobi.

    Arhawi mengatakan, upacara kemerdekaan di dasar laut  dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan para penyelam terhadap bangsa Indonesia, khususnya Wakatobi.

    "Saya berharap ini bukan seremonial saja. Namun, lebih pada pembangunan komiemt bersama para  penyelam  dalam mempopuliskan keindahan bawah laut Wakatobi sehingga bisa dijamah wisatawan,"  jelas Arhawi, Kamis 17 Agustus 2017.

    Salah satu penyelam yang turur berpartisipasi Nova Eli mengatakan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih di dasar laut Wakatobi adalah bentuk cinta dan bangga terhadap ibu pertiwi Indonesia.

    "Merasa rasa kebangsaan yang luar biasa, sata bangga bisa menjadi salah satu peserta dlaam kegiatan upacara HUT RI di dasar laut," ujar Nova. 

    Dijelaskan Nova pengibaran bendera merah putih di kedalaman 10 meter memerlukan persiapan matang, butuh keahlian dan kesabaran mengingat arus laut serta kejernihan air yang bisa memecah konsentrasi dalam pengibaran bendera.

    "Tantanganya memang berbeda yang juga menyulitkan di dasar laut kita minim komunikasi. Tapi untunglah semua berjalan lancar," tambah Nova

    Wilayah laut Pantai Cemara dipilih sebagai pelaksanaan upacara karena masuk dalam nominasi Angerah Pesona Indonesia (API) kategori obyek wisata terbersih.

    Pantai Cemara bersaing dengan 9 obyek wisata lainnya di Tanah Air seperti Danau Sebangau di Palangkaraya, Islamic Center di Samarinda, Kampoeng Radja di Jambi, Kawasan Monas di Jakarta, Pantai Tiga Warna di Malang, Pantai Harlem di Kabupaten Jayapura, Pantai Jiku Merasa di Kabupaten Buru, Pantai Pemuteran di Kabupaten Buleleng, dan Pantai Sisi Serasan di Kabupaten Natuna.

    ROSNIAWANTY FIKRI




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.