Warga Kampung Laut Gelar Upacara 17 Agustus di Atas Perahu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah nelayan berada di atas perahu tradisional katinting saat mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, 17 AGustus 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah nelayan berada di atas perahu tradisional katinting saat mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, 17 AGustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Cilacap - Sekitar tujuh puluh perahu warga Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, berada di Laguna Segara Anakan, utara perairan Pulau Nusakambangan. Perahu-perahu tersebut mengelilingi dua perahu yang dijadikan panggung dengan tiang bendera setinggi 4 meter. Suasana upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus tersebut dapat dilihat dari kantor Kecamatan Kampung Laut yang terletak di bibir Laguna.

    Pasukan pengibar bendera sekitar 20 orang mendekati panggung. Dengan gerakan teratur, satu per satu menaiki panggung. Suasana mendadak hening kala bendera merah putih mulai dibentangkan. "Kepada sang Merah Putih hormat gerak," teriak komandan upacara, salah satu prajurit Angkatan Laut. Warga di atas perahu serentak memberi penghormatan dengan mengangkat tangan kanan di dahi.

    Baca juga: HUT Kemerdekaan 2017, Ada Rekor 1478 Paskibra di Pulau Sebatik

    Camat Kampung Laut Nurindra Wahyu Wibawa  mengatakan upacara di atas permukaan laut tidak bisa dipisahkan dengan kondisi geografis wilayahnya. Kecamatan Kampung Laut terdapat 25 pulau. Lima pulau di antaranya dihuni empat desa. "Seperti Desa Klaces, Ujung Alang, Ujung Gagak, kecuali Desa Panikel yang berada di daratan Kabupaten Cilacap," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 17 Agustus 2017.

    Selain kondisi geografis, sebanyak 40 persen dari 15 ribu penduduk Kampung Laut berprofesi sebagai nelayan. Upacara di laut, kata Nurindra, dilakukan untuk mengakomodasi warga yang berada di pulau lain. Selain itu, untuk menonjolkan potensi bahari seperti hasil ikan dan objek wisata di Kampung Laut. "Karena kami hidup di laut maka kami ingin menonjolkan semua tentang laut. Tahun ini merupakan tahun kelima," ujarnya.

    Ratusan warga Kampung laut pun mendatangi Laguna Segara Anakan untuk menyaksikan upacara 17 Agustus. Prayitno, 34 tahun, warga Desa Ujung Gagak, mengatakan ia datang bersama istri dan anaknya sejak pukul sembilan pagi. Mereka datang bersama warga lain dengan perahu yang ditumpangi bersama.

    "Setahun sekali kami memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Makanya kami kemari untuk memperingati (17 Agustus) sekalipun berpanas-panasan di atas perahu," ujarnya.

    BETHRIQ KINDY ARRAZY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.