Sabtu, 24 Februari 2018

72 Tahun Kemerdekaan RI, Ikatan Waria: Kami Masih Sulit Urus KTP

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 17 Agustus 2017 16:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 72 Tahun Kemerdekaan RI, Ikatan Waria: Kami Masih Sulit Urus KTP

    Komunitas Ikatan Waria Yogyakarta (Iwayo) yang bertugas sebagai kelompok paduan suara dalam upacara bendera 17 Agustus tengah menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di halaman Gedung Dwipari Yogyakarta, 17 Agustus 2017. TEMPO/Pito Agustin

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Meskipun Indonesia telah 72 tahun meraih kemerdekaan, namun mayoritas waria mengaku tidak bisa mengakses naik kereta api dan pesawat terbang lantaran tak punya kartu identitas. Sebab, 60 persen waria dari jumlah total sekitar 2 juta, tidak mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    “Pengurusan KTP waria di Indonesia masih dipersulit,” kata pegiat Ikatan Waria Yogyakarta (Iwayo) Shinta Ratri saat ditemui menjelang upacara bendera di halaman Gedung Dwipari Yogyakarta, Kamis, 17 Agustus 2017.

    Baca: Waria Yogya, Ikut Organisasi Agar Lebih Sejahtera

    Kesulitan pengurusan KTP tidak pada pengisian kolom jenis kelamin yang hanya menyediakan pilihan laki-laki dan perempuan, melainkan pengurusan surat keterangan asal atau surat pindah yang menjadi salah satu syarat pembuatan KTP. Padahal, banyak waria yang pindah ke daerah lain setelah putus komunikasi dengan keluarganya.

    “Mereka ada yang pergi dari rumah atau diusir karena menjadi waria. Untuk mengurus surat keterangan asal (di tempat baru) kesulitan,” kata Shinta yang juga salah satu pendiri Pondok Pesantren Waria Al Fatah Yogyakarta.

    Simak: Waria Yogyakarta Ingin Jadi Gender Ketiga

    Menurutnya jumlah waria di Yogyakarta yang belum mempunyai KTP sekitar 200 orang dari total sekitar 325. Untuk mendapatkan kemudahan pengurusan KTP, kata Shinta, Iwayo telah beraudiensi dengan bidang kependudukan dan catatan sipil Kota Yogyakarta. Sudah dua kali audiensi digelar namun belum memberikan hasil yang menggembirakan. “Surat keterangan asal tetap disyaratkan untuk kevalidan data. Tapi pemerintah tidak memikirkan kesulitan waria,” kata Shinta.

    Oky, 42 tahun adalah salah satu waria yang tidak mempunyai KTP. Kartu identitas termasuk paspor terakhir dimilikinya pada 1996 saat masih tinggal di Batam. Terbang dengan pesawat hingga ke luar negeri masih mudah dilakukan saat itu. Namun sejak pindah ke Yogyakarta pada 2010, dia tak lagi bisa naik pesawat. “Naik kereta pun belum pernah,” kata Oky.

    Lihat: Waria Wafat Masih Menimbulkan Debat

    Dampak lain yang dirasakannya adalah tak bisa mempunyai Surat Tanda Mengemudi (SIM). Dia lebih banyak menggunakan sarana transportasi bus ataupun membonceng kendaraan bermotor teman bila bepergian. Oky juga tak mempunyai rekening tabungan di bank. Tak hanya itu, dia pun kesulitan mencari pekerjaan.“Kadang teman-teman bercandain, hati-hati Ky, kamu nanti dideportasi,” katanya.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.