Penyebab Narapidana di Yogya Batal Dapat Remisi 17 Agustus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.COYogyakarta - Seorang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Wirogunan, Yogyakarta, dibatalkan remisinya karena kedapatan membawa telepon genggam di dalam sel. 

    "Kami batalkan karena yang membawa HP (handphone)," ujar Kepala Lapas IIA Wirogunan Suherman saat ditemui Tempo bersangkutan seusai upacara kemerdekaan di lapas itu, Kamis, 17 Agustus 2017.

    Baca: Prabowo Jadi Inspektur Upacara 17 Agustus di UBK

    Suherman menuturkan napi laki-laki yang terlibat kasus pelecehan seksual itu sempat mengaku jika telepon genggamnya diperoleh dari napi lain yang sudah keluar. "Ini kasus klasik ada pelanggaran bawa HP, kami terus selidiki dan memperketat pengawasan, khususnya kunjungan," ujarnya.

    Suherman menuturkan pihak petugas menemukan kasus napi membawa telepon genggam ke sel itu sepekan sebelum pemberian remisi. "Kasus kecil atau besar kalau masuk pelanggaran, ya tetap dibatalkan remisinya," katanya. 

    Baca: SBY Sekeluarga Datang di Upacara 17 Agustus Istana

    Dalam upacara peringatan kemerdekaan itu, sebanyak 272 dari total 437 napi Wirogunan mendapatkan remisi dengan lama pengurangan masa tahanan satu sampai enam bulan. Total yang langsung bebas setelah mendapatkan remisi ada 12 orang. 

    "Sebenarnya ada 13 orang langsung bebas tapi karena tak bisa membayar denda subsider, belum bisa langsung bebas," ujarnya. 

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.