Operasi Mata Novel Baswedan Akan Berlangsung Lebih dari 4 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    TEMPO.CO, Singapura - Operasi besar bola mata kiri penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan berlangsung selama lebih dari empat jam. Operasi tahap pertama ini akan berjalan cukup lama karena melibatkan empat dokter ahli dengan penanganan khusus masing-masing.

    “Pada operasi sebelumnya (cangkok membran sel) dokter bilang dua jam tapi ternyata sampai empat jam. Kali ini dibilang empat jam, mungkin akan lebih dari itu,” kata Novel saat ditemui di Singapura, Rabu, 16 Agustus 2017.

    Baca juga: Novel Baswedan Disarankan Pakai Kacamata Hitam Pasca Operasi

    Sekitar akhir Mei, Novel sempat menjalani operasi cangkok membran sel pada kedua matanya. Pada saat itu, tim dokter berupaya untuk memancing pertumbuhan syarat dan selaput pada kedua mata Novel dengan rangsangan membran sel. Akan tetapi, pada pertengahan Juni lalu, tim dokter memutuskan untuk mengangkat cangkokan membran sel tersebut.

    Alasannya, tekanan kedua mata Novel kerap meningkat dan menimbulkan rasa sakit. Meski demikian, operasi cangkok mata tersebut berhasil memulihkan sedikit kemampuan melihat Novel. Khususnya pertumbuhan syarat dan selaput mata pada bola mata sebelah kanan.

    Operasi akan dimulai dengan membersihkan bola mata dari katarak dan meratakanya. Langkah berikutnya tim dokter akan menyedot glukoma yang ada di bola mata kiri.

    Operasi terhadap mata kiri Novel Baswedan ini menggunakan sebuah alat berbentuk sedotan yang akan ditusukkan ke bola mata tersebut untuk mengeringkan dari cairan glukoma.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.