Pidato Jokowi di DPR Soal Hutan Adat Diragukan Abdon Nababan

Reporter

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Juni 2015. Sekjen AMAN, Abdon Nababan menjelaskan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo membahas Nawacita. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan mengaku kaget saat mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo alias Jokowi di gedung DPR/MPR, Rabu 16 Agustus 2017.

Pada pidato tahunan tersebut, Jokowi menyatakan ada 707 ribu hektare kawasan  hutan sudah diserahkan pemerintah ke masyarakat adat. 

“Kaget saja kalau itu benar. Berarti ada proses percepatan yang saya tidak tahu. Kalau pidato Presiden ini menyatakan 707 ribu hektare sudah diserahkan kembali ke masyarakat adat, itu luar biasa. Luar biasanya itu bukan angkanya, tapi kan selama ini kami tahu, prosesnya lambat sekali,”  kata Abdon Nababan saat dihubungi Tempo, Rabu 16 Agustus 2017.

Menurut Abdon, terakhir penyerahan hutan adat dilakukan pada akhir tahun lalu sebanyak 13 ribu hektare. Itu pun sebagian tanahnya, sekitar 5 ribuan hektare di wilayah Pandumaan-Sipituhuta (Sumatera Utara) belum diserahkan sepenuhnya. Karena baru dikeluarkan dari area PT TPL dan masih harus ditindaklanjuti dengan peraturan daerah (perda) dan SK Bupati.

Abdon yang menerima Ramon Magsaysay Award 2017, menjelaskan penyerahan hutan adat kepada masyarakat baru sekali dilakukan pada akhir 2016.  Hal itu menyusul diberlakukannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa hutan adat tidak lagi dikategorikan sebagai hutan negara, melainkan hutan milik masyarakat adat.

Untuk mengembalikan hutan kepada masyarakat adat, hak tersebut harus diakui terlebih dahulu melalui perda atau surat keputusan (SK) Bupati.

“Baru kemudian oleh Menteri Kehutanan, melalui Peraturan Menteri Nomor 32 tahun 2014, mengeluarkan hutan adat itu dari hutan negara menjadi hutan adat. Jadi prosesnya begitu,” ucap Abdon, mantan Sekjen AMAN.

Warga masyarakat adat, kata Abdon, senang dengan pidato Presiden Jokowi. Namun mereka ingin mengetahui lebih lanjut dimana saja hutan-hutan yang telah dibebaskan dan kepada komunitas mana konsesi hutan itu diberikan.

Abdon menganggap dari angka 13 ribu hektare yang diserahkan pada akhir 2016, kemudian tujuh bulan berikutnya, angka itu telah melonjak drastis menjadi ratusan ribu hektare, tanpa diketahui prosesnya. Padahal penyerahan itu baru dilakukan pertama kali tahun lalu.

“Kami senang aja, tapi enggak percaya. Kami akan tanya datanya. Karena menurut saya ini berita luar biasa, diam-diam tahu-tahu muncul angka ini, luar biasa. Tapi belum tahu lokasinya di mana, dan komunitas mana yang udah diserahkan, di luar yang 13 ribu,” kata dia. Pada Pemilihan Presiden 2014, AMAN mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.  

DESTRIANITA






Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

19 jam lalu

Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

Kali Biru di Berap pada awal mulanya dikenal sebagai tempat bermain dan tempat menari burung hitam putih berekor panjang


Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

20 jam lalu

Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

Swamening ini dapat menjadi salah satu makanan yang dapat ditawarkan di hotel dan restoran yang ada di Jayapura


Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

20 jam lalu

Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

Masyarakat akan menjual hasil kerajinan, hasil kebun, dan hasil tangkapan ikan


Kampung Yokiwa dan Kisah Ikan Yowoli yang Hilang

20 jam lalu

Kampung Yokiwa dan Kisah Ikan Yowoli yang Hilang

Selain Yowi, beberapa spesies asli Danau Sentani yang ikut hilang atau punah adalah ikan Kahemoli, Himeng, Kahebey, Khandey, ikan Gergaji, dan Ebeuw/Kura-kura.


Kampung Homfolo Siapkan Fasilitas untuk 150 Peserta KMAN VI

20 jam lalu

Kampung Homfolo Siapkan Fasilitas untuk 150 Peserta KMAN VI

Fasilitas penunjang lainnya seperti MCK, Air, dermaga, lokasi sarasehan sedang dipersiapkan


Kampung Adat Homfolo, Heasay, dan KMAN VI

21 jam lalu

Kampung Adat Homfolo, Heasay, dan KMAN VI

Homfolo, dalam bahasa Sentani, adalah Bhoungai Aninai


Kampung Adat Homfolo Siapkan 10 Tenaga Medis

21 jam lalu

Kampung Adat Homfolo Siapkan 10 Tenaga Medis

Kampung Adat Homfolo Siapkan 10 Tenaga Medis


Biaya Konsumsi KMAN VI Direncanakan Rp 13 Miliar

22 jam lalu

Biaya Konsumsi KMAN VI Direncanakan Rp 13 Miliar

Dana dan pengolahan konsumsi akan diserahkan ke PW Gereja di setiap jemaat dan Ibu-ibu Majelis Taklim.


BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Mentawai

4 hari lalu

BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan gugus pulau terluar dari Provinsi Sumatera Barat.


KNPA dan Buruh Desak Hakim Bebaskan Masyarakat Adat Dayak Marjun

29 hari lalu

KNPA dan Buruh Desak Hakim Bebaskan Masyarakat Adat Dayak Marjun

Ada kejanggalan selama proses penyidkan hingga persidangan kasus konflik agraria antara masyarakat adat Dayak Marjun dengan perusahaan.