Edisi Tokoh 17 Agustus: Lizzie Parra dan 3 Kunci Keberhasilannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokoh 17 Agustus 2017. Lizzie Parra. TEMPO/Charisma Adristy

    Tokoh 17 Agustus 2017. Lizzie Parra. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Lizzie Parra merupakan satu dari beberapa pionir di dunia beauty blogger di Tanah Air. Yang membedakannya dengan sejumlah beauty blogger lain adalah dia mengaplikasikan pengetahuan makeup kepada orang lain dengan menjadi makeup artist dan memiliki produk kecantikan sendiri dengan nama By Lizzie Parra atau BLP. Ini alasan Tempo.co mengangkat profil perempuan 30 tahun tersebut menjadi sosok inspiratif dalam Edisi Khusus 17 Agustus. Baca: Edisi Khusus 17 Agustus: Orang Muda Inspiratif 

    Hobi menggambar sejak kecil mengantarkan Elizabeth Christina Parameswari ke dunia imaji tanpa batas. Menggambar membuat Lizzie Parra–begitu nama bekennya—seperti berada dalam dunianya sendiri, terlebih jika menggambar wajah seseorang alias menjadi makeup artist.

    Lantaran ingin menjadi makeup artist, Lizzie Parra memilih mundur dari pekerjaannya sebagai product executive Yves Saint Laurent, sebuah lini bisnis perusahaan kosmetik multinasional L'Oreal, pada April 2011. Lulusan marketing dari Prasetya Mulya Business School ini memulai petualangannya sendiri. Baca juga: Tokoh 17 Agustus: Harapan Rafi Ridwan Bertemu BJ Habibie

    “Aku sudah dapat bayangan kalau jadi makeup artist itu bagaimana,” kata Lizzie Parra kepada Tempo di kantornya di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Agustus 2017. Setelah resmi berprofesi sebagai makeup artist, Lizzie Parra membekali diri dengan peralatan makeup yang dibelinya dan menghabiskan dana hingga Rp 20 juta. “Tabungan dan pesangon habis buat belanja makeup."

    Setelah itu, dia mulai membangun portofolio dan jejaring. Cara membangun portofolio salah satunya dilakukan dengan menjadi beauty blogger, sekaligus tak lupa mempertahankan jejaring dengan kawan lama dan membangun relasi dengan teman baru.

    Nama Lizzie Parra sebagai makeup artist pun mulai dikenal banyak orang. Lizzie Parra punya sederet klien, mulai dari media kecantikan dan mode, perusahaan, sampai selebritas. “Dulu masih penasaran bagaimana rasanya makeup-in Dian Sastro, sekarang sudah terlaksana. Jadi siapa lagi ya?” ucap Lizzie Parra berseloroh. Artikel lainnya: Edisi 17 Agustus: Youtuber Bayu Skak Muda, Kaya, dan Terkenal 

    Popularitas tak membuat Lizzie Parra berpuas diri. Pengalaman sebagai perias dan kerap menguji berbagai produk kecantikan membuat Lizzie Parra tahu benar makeup seperti apa yang cocok digunakan untuk sebagian besar perempuan Indonesia. Dari situ, dia memutuskan membuat merek kosmetik sendiri, yakni By Lizzie Parra atau BLP yang mulai beroperasi pada 15 Juni 2016.

    Lizzie mengenang, enam bulan sebelum meluncurkan BLP, dia kesulitan mendapatkan vendor yang dapat memproduksi lipstik cair seperti yang dia inginkan. “Sekarang mah gampang, tinggal datang ke pabrik mau yang seperti apa, besok bisa langsung dijual,” ujarnya. Tokoh 17 Agustus lainnya: Dua Srikandi Mendaki Tujuh Puncak Dunia 

    Dengan suntikan modal dari keluarga sekitar Rp 600 juta, Lizzie Parra memulai bisnisnya dengan menjual delapan jenis lip coat yang kini pilihan warnanya bertambah menjadi sembilan macam. Belum lagi eye shadow pen dan dual eye definer yang menjadi produk andalannya. Apakah sudah balik modal? “Sudah sejak akhir tahun lalu,” katanya.

    Kini Lizzie Parra fokus mengembangkan bisnis BLP dan berencana mengeluarkan produk baru dalam waktu dekat. Gara-gara sibuk mengurus perusahaan dengan bendera PT. Lizzie Parra Kreasi ini, Lizzie Parra tak lagi menerima pekerjaan merias artis. “Kasihan klien kalau pas makeup pikiran saya ke mana-mana,” tuturnya.

    Wanita kelahiran 2 Februari 1987 menggambarkan dirinya sebagai orang yang penuh strategi dan harus bertanggung jawab pada setiap keputusannya. Adapun soal makeup, dia percaya pada insting seni yang mengalir dalam imajinasinya. "Strategi, tanggung jawab, dan insting itu penting," katanya. Artikel lainnya: Tokoh 17 Agustus: Shinatria, Kapal Nazi, dan Teknik Fotogrametri

    RINI KUSTIANI




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.