Polemik Full Day School, Pramono Anung: Baca Dulu Peraturan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat NU Jawa Tengah melakukan aksi demonstrasi menolak kebijakan Full Day School di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. TEMPO/Budi Purwanto

    Masyarakat NU Jawa Tengah melakukan aksi demonstrasi menolak kebijakan Full Day School di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan polemik full day school atau sekolah lima hari sekolah muncul lantaran banyak yang belum membaca peraturan. Ia merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

    BACA: Penghuni Rusun Menunggak, Djarot: Kami Hanya Bantu Duafa

    Pramono meminta agar semua pihak membaca dulu Permendikbud sebelum polemik kian meruncing. "Di Permendikbud itu diberikan keleluasaan sekolah yang sudah siap. Dibaca dululah," kata Pramono di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017. Menteri Pramono mengatakan, dalam Permendikbud itu tidak diatur soal sekolah lima hari.

    Di era media sosial, Pramono menyatakan, orang cenderung mudah beropini tanpa membaca atau memahami persoalan yang ada. Kebebasan beropini memang diatur dalam sistem demokrasi, tapi bila menimbulkan masalah maka kepala negara bisa mengambil sikap. "Yang jelas apa yang disampaikan presiden akan tertuang pada peraturan presiden," ucap Pramono.

    BACA: Ketika Polisi Mencecar Novel Baswedan Soal Jenderal Peneror

    Presiden Joko Widodo sudah menyatakan kebijakan full day school merupakan pilihan bagi sekolah-sekolah. Pemerintah beralasan tidak semua sekolah siap menerapkan kebijakan lima hari sekolah. "Saya tegaskan tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah," ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis pekan lalu.

    Ihwal perpres, Pramono mengatakan, saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Menurut dia, penetapan perpres membutuhkan waktu sebab melibatkan berbagai kementerian. "Harapannya setelah 17 Agustus sudah selesai," kata politikus PDI Perjuangan itu.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.