Mahfud Md Sarankan Jokowi Menolak Pembangunan Gedung Baru DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahfud MD. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mahfud MD. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md meminta Presiden Joko Widodo tidak gentar menolak rencana DPR membangun gedung baru. Sebab, menurut Mahfud, pembangunan gedung baru DPR sangat tak pantas. "Presiden Jokowi harus berani menolak usulan gedung baru DPR itu," ujar Mahfud di Yogyakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Mahfud menuturkan Jokowi tak perlu cemas dengan menolak usulan DPR itu dukungan parlemen akan melemah pada pemerintah. "Nggak usah takut parlemenlah, rakyat dukung Pak Jokowi untuk menolak usulan tak berguna itu. Pak Jokowi kuat kok didukung rakyat," ujar Mahfud.

    Baca: Kompleks Parlemen, DPR: Gedung Baru Dahulu Apartemen Kemudian

    Mahfud menambahkan dalam pengalamannya berkantor di DPR, gedung tersebut sudah sangat mewah. "Jadi rencana membangun gedung baru itu berlebihan sekali, untuk apa?" ujarnya.

    Mahfud berujar, dalam berbagai lawatannya ke luar negeri, gedung parlemen Indonesia sudah jauh lebih layak dan terhitung fasilitasnya cukup mewah untuk para wakil rakyat. "Banyak gedung parlemen di luar negeri yang lebih jelek, punya kita itu sudah bagus," ujar Mahfud.

    Dengan gedung yang sudah sangat layak, jika DPR ngotot agar pembangunan gedung baru tetap jalan maka publik akan curiga. "Kesannya itu malah cari cari proyek, malah jadi kasus kayak e-KTP lagi itu," ujar Mahfud.

    Simak: Fahri Hamzah Ungkap 3 Alasan DPR Butuh Gedung Baru

    Mahfud justru mendesak adanya penuntasan anggaran yang sudah dikeluarkan negara ketika DPR pada 2009  juga mendesak pembangunan gedung baru dengan nilai Rp 1,7 triliun. Meski dibatalkan pemerintah saat itu karena desakan rakyat, namun Mahfud menuturkan sudah ada uang negara yang terlanjur keluar.

    "Uang yang dulu keluar untuk perencanaan dan lain-lain itu selesakan dulu, kok malah mau usul lagi bangun Rp 5,7 triliun," ujar Mahfud.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.