Pengedar Sabu Asal Malaysia Dibekuk Petugas Bea Cukai Kuala Namu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengedar Sabu Asal Malaysia Dibekuk Petugas Bea Cukai Kuala Namu

    Pengedar Sabu Asal Malaysia Dibekuk Petugas Bea Cukai Kuala Namu

    INFO NASIONAL - Seorang warga negara Malaysia dibekuk petugas Bea Cukai saat mendarat di Bandara Kuala Namu, Medan, Kamis, 3 Agustus 2017. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, pelaku berinisial TS (45) kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 258 gram. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan menyembunyikan paket sabu di kantong celana, sepatu, dan bagian tubuh pelaku.

    Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Namu Zaky Firmansyah mengungkapkan bahwa penangkapan TS bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap gerak-gerik pelaku yang baru mendarat di Kuala Namu sekitar pukul 02.10 WIB. “Saat petugas menanyakan maksud kedatangan pelaku ke Indonesia, dia tidak bisa menjelaskan secara wajar. Karena gerak-geriknya mencurigakan, petugas memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Zaky.

    Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu paket kecil sabu dalam plastik transparan di dalam kantong celana dan satu paket di dalam tas tenteng. Di dalam tas itu, petugas juga menemukan satu unit bong. Petugas lalu membongkar sepatu pelaku dan menemukan satu paket sabu di tapak sepatu. “Tidak berhenti di situ, petugas juga melakukan rontgen terhadap pelaku dan menemukan tiga benda mencurigakan di dalam anus pelaku,” ujar Zaky.

    Petugas kemudian mengetahui bahwa ketiga benda tersebut juga merupakan sabu. Diakui oleh pelaku bahwa dirinya diperintah oleh seseorang yang ada di Malaysia berinisial AM. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan di Medan dan pelaku dijanjikan upah 1000 RM. Dalam proses penangkapan ini petugas Bea Cukai Kuala Namu sebelumnya berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan BNN Provinsi Sumatera Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.