5 Terduga Teroris di Bandung Bidik Istana Negara dan Mako Brimob

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti hasil penggeledahan di salah satu rumah kontrakan yang didiami terduga teroris berinisial AAS di Bandung, Jawa Barat, 12 Juli 2017. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam, beberapa bahan baku pembuatan bom dan dokumen pribadi berupa bahan ajaran agama. ANTARA FOTO

    Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti hasil penggeledahan di salah satu rumah kontrakan yang didiami terduga teroris berinisial AAS di Bandung, Jawa Barat, 12 Juli 2017. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam, beberapa bahan baku pembuatan bom dan dokumen pribadi berupa bahan ajaran agama. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI mencokok lima terduga teroris di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 15 Agustus 2017. Terduga kelompok teroris yang terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah Bandung Raya itu berencana melakukan aksi teror di dua tempat, yakni Markas Brimob dan Istana Negara.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus menyebutkan, kelima terduga teroris di Bandung itu berinisial AR, AR, Y, SH, dan R. AK dan AR merupakan suami-istri. Kelima orang tersebut ditangkap di dua lokasi di Kota Bandung, di kawasan Kiaracondong dan Antapani.

    Baca juga: Awas, Terduga Teroris Riau Meraup Dana Lewat Media Sosial

    "Mereka kelompok JAD Bandung yang memang belajar (merakit bom) dari salah satu blog Bahrun Naim," ujar Yusri kepada wartawan di kediaman salah satu terduga teroris tersebut, di Kampung Jajaway, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa, 15 Agustus.

    Yusri menyebutkan, kelima orang tersebut telah mempersiapkan rangkaian bom untuk diledakkan pada akhir Agustus 2017 dengan sasaran Markas Brimbo dan Istana Negara.

    Selang beberapa jam setelah menangkap kelima orang tersebut, Densus langsung menggeledah kediaman Y di Kampung Jajaway, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani. Y mengontrak sebuah kamar di tempat tersebut untuk menyimpan bahan baku bom dan merakitnya.

    "Y dan R berperan sebagai penyandang dana dan pembuat bom. Kontrakan dikontrak Y, yang dijadikan tempat menyimpan bahan peledak. Mereka akan merakit," kata Yusri.

    Ketua RW di tempat Y bermukim, Kemala Wati, mengatakan Y baru mengontrak di daerahnya sejak enam hari lalu. Sampai ia ditangkap, Y belum melapor kepada RT maupun RW. "Baru enam hari di sini. Belum lapor juga," kata Kemala.

    Soal penangkapan terduga teroris Bandung, Kemala mengatakan terakhir melihat Y pada malam hari sebelum ditangkap Densus. Saat itu, kontrakan Y didatangi banyak orang. "Ada perempuan pakai cadar juga. Banyakan di kontrakannya," katanya.

    IQBAL T. LAULZUARDI S




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.