Jaringan Terduga Teroris di Riau Diduga Memiliki 2.000 Anggota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Setelah penangkapan orang yang diduga teroris, AZ, di Rokan Hilir, Senin lalu, Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Zulkarnain meminta masyarakat Riau lebih waspada dengan gerakan mencurigakan di lingkungan sekitar. Sebab, AZ ditengarai masih memiliki anggota di Riau.

    "Tidak banyak juga, tetapi penjelasan dari tersangka ini ada beberapa temannya sehingga mungkin nanti dikembangkan lagi," kata Zulkarnain soal penangkapan AZ, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Baca juga: Densus 88 Antiteror Gerebek Rumah Terduga Teroris di Riau

    Zulkarnain mengatakan kelompok AZ menganut radikalisme yang perlu diwaspadai. Untuk itu, ia meminta masyarakat segera memberikan informasi kepada kepolisian jika menemukan adanya kegiatan mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya.

    "Mohon masyarakat ikut serta memantau membantu kami memberikan informasi jika ada paham radikal di lingkungannya," ujarnya.

    AZ disebut berperan sebagai pengumpul dan penyalur dana untuk kebutuhan kelompok teroris lainnya di beberapa tempat. Pelaku memungut uang dari banyak donatur melalui media sosial dengan dalih amaliyah.

    Menurut Zulkarnain, jaringan AZ sudah memiliki anggota lebih dari 2.000 orang yang tersebar dari berbagai daerah. Pola yang dilakukan yakni merekrut anggota kemudian membuat kegiatan amal di dunia maya. Segala bentuk perintah dan kegiatannya terekam dalam akun media sosial maupun telegram yang sudah ditutup oleh pemerintah itu. "Pemungutan dana juga dilakukan secara langsung dari anggota," katanya.

    Densus Antiteror 88 menangkap AZ di Jalan Bahagia, Kelurahan Bagan Timur, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir sekira pukul 16.30, Senin sore, 14 Agustus 2017. Tim Densus kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah AZ di Pekanbaru, sekira pukul 18.00, tepatnya di Perumahan Merpati Sakti, Perumahan Cendrawasih, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

    Pasca penangkapan terduga teroris AZ, Densus menyita sejumlah alat bukti berupa 2 unit laptop, 2 unit handphone, bebrapa keping CD, samurai, sejumlah dokumen, tujuh buku tabungan, bukti dan transfer antar bank dari rumah AZ.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.