SBY: Indonesia Bisa Maju jika Manusianya Tidak Cengeng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), ditemani sejumlah keluarga dan kerabat, memberikan keterangan pers di kediaman pribadinya di kawasan Kuningan, Jakarta, 14 Februari 2017. SBY membantah apa yang dikatakan mantan ketua KPK Antasari Azhar, dan menganggap pernyataan tersebut menyudutkan dirinya dan anaknya Agus Yudhoyono. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), ditemani sejumlah keluarga dan kerabat, memberikan keterangan pers di kediaman pribadinya di kawasan Kuningan, Jakarta, 14 Februari 2017. SBY membantah apa yang dikatakan mantan ketua KPK Antasari Azhar, dan menganggap pernyataan tersebut menyudutkan dirinya dan anaknya Agus Yudhoyono. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden kelima RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, mengajak seluruh masyarakat untuk menghadapi segala tantangan dengan optimistis agar Indonesia menjadi negara yang maju.

    "Jangan jadi manusia dan bangsa yang pesimistis, cengeng, mudah menyerah, mengeluh, dan menyalahkan pihak lain. Kalau sikap itu kita miliki, kita tidak akan menjadi siapa-siapa dan Indonesia tidak akan ke mana-mana," kata SBY dalam pidatonya saat dialog kebangsaan Mengelola Keberagaman Meneguhkan Keindonesiaan di auditorium utama LIPI, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Baca juga: SBY Sebut Ada 3 Isu yang Harus Diwaspadai Bangsa Indonesia

    SBY mengatakan Indonesia bisa maju seperti negara maju lainnya melalui kerja keras dan kebersamaan. Sebab, kata dia, masa depan yang diidam-idamkan tidak datang sendiri, tapi diperjuangkan bersama.

    Ia menuturkan, cara terbaik untuk memprediksi masa depan ialah dengan membangunnya sendiri. "Mari bangun sama-sama sampai negara kita jadi negara maju di abad sekarang," katanya.

    Menurut SBY, para founding fathers juga bercita-cita agar Indonesia menjadi negara maju. Hal itu tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa Indonesia negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

    SBY menilai demokrasi Indonesia juga belum sempurna. Menurut dia, bangsa Indonesia harus memiliki demokrasi yang tertib. "Jangan tergoda melakukan cara-cara depresif. Saya yakin saatnya akan tiba Indonesia punya demokrasi seperti itu," kata dia.

    SBY juga melihat, bangsa Indonesia tidak perlu cemas menghadapi krisis dan goncangan bila memiliki peradaban bangsa yang berkarakter, maju, dan unggul. Sebab, kata dia, hal itu bisa dilakukan karena bangsanya bisa bertahan dan maju.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.