PT KAI Data Aset, Warga Lima Kampung di Yogya Tolak Penggusuran  

Reporter

Sejumlah pekerja mengecek ketepatan pemasangan rangkaian lokomotif baru tipe CC206 dengan rangkaian roda di Balai Yasa, Yogyakarta, 22 Juli 2016. Total sebanyak 11 lokomotif tipe CC206 didatangkan dari GE Amerika. TEMPO/Pius Erlangga

TEMPO.COYogyakarta - Puluhan warga dari Kampung Klitren dan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta, ramai-ramai memblokir akses jalan masuk ke kampung mereka terkait dengan dugaan rencana penggusuran.

Pemblokiran jalan yang dilakukan sejak Senin pagi, 14 Agustus 2017, itu sebagai bentuk perlawanan atas rencana penggusuran oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Aksi blokir jalan itu dilakukan menyusul adanya perwakilan dari PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta yang menyerahkan surat edaran tentang pendataan bangunan di Emplasemen Balai Yasa PT KAI seminggu sebelumnya.

Baca juga: Ombudsman Akan Lapor Presiden Jika KAI Gusur Warga Manggarai

Dari yang Tempo baca, tak ada kata “relokasi” dalam surat edaran itu. Namun warga menduga kuat pendataan itu mengarah ke relokasi atau penggusuran. Sebab, sebelumnya, warga mendapat informasi dari petugas PT KAI akan ada pembuatan depo sebagai pengembangan Balai Yasa, yang selama ini menjadi lokasi bengkel kereta PT KAI Daop VI.

“Total ada lima RW (rukun warga) yang rencananya didata, padahal tanah itu statusnya Sultan Ground yang dihuni ribuan warga” ujar Santoso, tokoh warga Demangan yang turut menerima surat edaran itu, Selasa, 15 Agustus 2017.

Baca juga: Puluhan Kios di Pasar Kembang Yogyakarta Dibongkar

Tiap RW di kampung itu memiliki empat sampai lima rukun tetangga (RT). Setiap RT terdiri atas 50 keluarga. Lima RW itu meliputi empat RW di Kampung Demangan dan satu RW di Kampung Klitren. 

Lokasi kampung itu berada di belakang bengkel kereta Balai Yasa. Rumah-rumah di kampung itu di masa lalu merupakan rumah dinas para pegawai PT KAI, yang kemudian turun-temurun ditempati anak cucu. Di tengah kampung itu juga masih terdapat sebuah rel kereta yang aktif sebagai jalan kereta menuju bengkel untuk perbaikan.

Santoso menyebut PT KAI, melalui surat edaran pendataan itu, jelas salah alamat. “Kami hanya mengakui ini tanah keraton (Sultan Ground), bukan milik PT KAI. Jadi yang berhak mendata, keraton,” ujarnya.

Meski diakui keraton, sampai saat ini para warga pun belum mengantongi surat perizinan penggunaan tanah dari keraton. Biasanya, perizinan penggunaan tanah keraton (kekancingan) ini dilakukan melalui lembaga pertanahan keraton bernama Panitikismo. “Sejak 2007 kami sudah mengajukan surat kekancingan ke keraton tapi belum selesai diurus,” ujar Santoso.

Baca juga: KAI Siapkan Anggaran untuk Menata Stasiun Tugu

Warga menolak penggusuran oleh PT KAI Daop VI di kawasan kios area Pasar Kembang Yogyakarta pada Juli 2017 terjadi di kampung mereka. Saat itu 80 kios warga tergusur untuk pembangunan jalur pedestrian yang terintegrasi dengan Malioboro. “Kami mau dialog jalan tengah, jangan asal buang seperti sampah,” kata Santoso.

Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop VI Eko Budianto membenarkan pihaknya telah melakukan pendataan ke kampung itu, tapi baru 35 keluarga yang bersedia tanda tangan. “Bunyi suratnya kan pendataan, jadi kami hanya pendataan, kami tidak tahu urusan relokasi,” ucap Eko.

Eko menuturkan pihaknya hanya mendata bangunan yang ada sebagai aset PT KAI. Tidak ada sangkut pautnya dengan tanah Sultan Ground karena memang bangunan itu semuanya ada di atas tanah keraton. “Pendataan itu tugas kami sebagai pertanggungjawaban ketika ditanya pihak terkait bagaimana status aset PT KAI,” ujarnya.

Eko tak mau berspekulasi apakah pendataan itu mengarah ke relokasi atau penggusuran warga. Ia hanya menegaskan pendataan aset bagian dari hak PT KAI untuk pertanggungjawaban. “Mosok mendata sendiri asetnya tidak bisa, terus kami mau jawab apa jika ditanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) atau BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” tuturnya.

PRIBADI WICAKSONO






Usulan Harga Tiket LRT Jabodebek Tak Berubah Meski Jadwal Operasi Molor

4 jam lalu

Usulan Harga Tiket LRT Jabodebek Tak Berubah Meski Jadwal Operasi Molor

Meskipun operasi LRT mundur, KAI kemungkinan tidak mengubah harga tiket yang akan ditetapkan Kementerian Perhubungan.


Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

1 hari lalu

Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro menceritakan saat ini ada ribuan kereta yang umurnya terlampau tua atau uzur


Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

2 hari lalu

Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

Warga kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota menagih janji Anies Baswedan yang mau mencabut Pergub Penggusuran


Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

2 hari lalu

Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berjanji bakal mencabut Pergub Nomor 207 Tahun 2016 alias Pergub Penggusuran


Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung

2 hari lalu

Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung

PT KAI melakukan uji coba face recognition boarding gate untuk memudahkan dan memangkas antrean penumpang.


KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

6 hari lalu

KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

KAI meresmikan penggunaan pembangkit solar panel di Stasiun Gambir dengan daya 40,5 kWp dan gedung Jakarta Railway Center (JRC) dengan daya 40 kWp.


Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

6 hari lalu

Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

KAI menggelontorkan Rp 1 miliar untuk memasang solar panel di dua tempat.


KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

6 hari lalu

KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

Pemasangan solar panel itu merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-77 KAI


Saat Aroma Kopi dari Loko Coffee Pikat Pengunjung Malioboro

8 hari lalu

Saat Aroma Kopi dari Loko Coffee Pikat Pengunjung Malioboro

Loko Coffee Roastary itu saat ini sudah beroperasi penuh setelah sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.


Kerabat Sultan Deli Temui Yusril Ihza Mahendra Bahas Sengketa Tanah Kesultanan Deli Vs Pemerintah RI

9 hari lalu

Kerabat Sultan Deli Temui Yusril Ihza Mahendra Bahas Sengketa Tanah Kesultanan Deli Vs Pemerintah RI

Kerabat Sultan Deli akan berikan kuasa kepada Yusril Ihza Mahendra jika musyawarah sengketa Tanah Kesultanan Deli dengan Pemerintah RI tidak berhasil.