Paskibraka Jawa Barat Siap Kibarkan Merah Putih

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paskibraka Jawa Barat Siap Kibarkan Merah Putih

    Paskibraka Jawa Barat Siap Kibarkan Merah Putih

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan 56 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Republik Indonesia 2017 Tingkat Provinsi Jawa Barat siap mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam rangkaian upacara Kemerdekaan ke-72 tahun. “Mereka digembleng, dikarantina, serta dilatih, baik mental maupun fisiknya. Saya yakin mereka sudah sangat siap menghadapi tugas mulia ini,” katanya setelah mengukuhkan Paskibraka Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Senin sore, 14 Agustus 2017.

    Awalnya, 108 calon mengikuti seleksi pada 16-19 Mei 2017. Kemudian dipilih 56 orang, yang terdiri atas 26 putra dan 28 putri. Selain itu, dipilih dua Paskibraka wakil Jawa Barat ke tingkat nasional atas nama Mohammad Naufal Ramdhan dari Kota Tasikmalaya dan Annisa Bulan Dewi dari Kota Bekasi. Keduanya telah mengikuti latihan pemusatan Paskibraka Nasional di Cibubur sejak 25 Juli 2017.

    Pemusatan latihan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Barat dilaksanakan pada 2-17 Agustus 2017 di Wisma Dharma Bhakti dan Lapangan Gasibu, Bandung. Mereka dilatih anggota TNI dari Rindam III Siliwangi dan kepolisian dari Polda Jabar. “Tugas berat anggota Paskibraka ini adalah melakukan pengibaran Sang Merah Putih dalam upacara puncak peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI dan gelar senja tingkat ibu kota Provinsi Jawa Barat pada 17 Agustus 2017 di Lapangan Gasibu, Bandung,” ujarnya.

    Deddy menegaskan sikap kebersamaan selama latihan, rasa persaudaraan, kekeluargaan, persatuan, dan kesatuan jangan pernah luntur. “Insya Allah mereka akan menjadi tunas-tunas harapan bangsa yang kuat, tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi derasnya tantangan globalisasi serta siap bela negara,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.