Dua TNI Ditembak di Aceh Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Kesepakatan penghentian permusuhan antara Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka kembali ternoda. Kali ini, dua prajurit TNI dari Kesatuan 431 Ujung Pandang yang bertugas di Kawasan Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur, ditembak sekitar 10 anggota GAM dalam sebuah penghadangan, Selasa (14/1) sekitar pukul 13.45 WIB. Menurut Dandim 0104 Aceh Timur, Letkol Inf Muhammad Nakir, yang sedang berada di Banda Aceh, menyatakan berdasarkan laporan yang masuk, kejadian itu berawal ketika 6 personil TNI dengan mengendarai sepeda motor hendak menuju ke pos lainnya sejauh lima kilometer dari pos mereka. Dalam perjalanan, tiba-tiba mereka dihadang 10 anggota GAM dengan menggunakan berbagai jenis senjata. Akibatnya, dua prajurit TNI tertembak: Letda Ferdiansyah tertembak dipaha dan tembus ke belakang, sedangkan Prada Warsono terkena peluru di bagian kepala. Kedua korban saat ini sudah dievakuasi ke salah satu rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, guna perawatan intensif. Muhammad Nakir sangat menyesalkan insiden itu terjadi saat kedua pihak sedang mengimplementasikan kesepakatan penghentian permusuhan. Disebutkan, saat ini TNI melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. Kita juga akan melapor insiden tersebut kepada JSC, dan meminta mereka supaya secepatnya melakukan investigasi di lapangan agar masyarakat mengetahui siapa yang sebenarnya melakukan kesalahan, ujarnya. Ditambahkan, pasca penandatangan kesepakatan damai, TNI sudah menganggap semua GAM sebagai sahabat. Sebab itu, pihaknya tidak lagi melakukan aksi-aksi pengejaran terhadap GAM. Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi dari pihak GAM. (Yuswardi A. Suud -Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.