Megawati Bicara Soal Pensiun dan Penelitian di Dialog Kebangsaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden RI kelima Megawati Soekarno Putri tersenyum sebelum pelantikan Dewan Pengarah dan satu Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta, 7 Juni 2017. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden RI kelima Megawati Soekarno Putri tersenyum sebelum pelantikan Dewan Pengarah dan satu Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta, 7 Juni 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri yang menjadi pembicara dalam acara Dialog Kebangsaan yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengawali pidatonya dengan nada bercanda soal uang pensiun.

    "Saya waktu selesai menjadi presiden, ditanya oleh Sekretariat Negara, ibu mau milih pensiun sebagai wakil presiden atau presiden ? Saya mikir, ini kok aneh," kata Megawati di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2016.

    "Akhirnya, saya milih jadi presiden toh, lebih tinggi, sehingga, saya cuma dapat pensiun sebagai presiden."

    Baca :
    Megawati Perkenalkan Salam Pancasila Ajaran Bung Karno


    Megawati di Mabes Cilangkap: Prajurit TNI Jangan Berpolitik!

    "Jadi mikir lagi, waktu itu saya sebagai wakil presiden siapa ya ?" ujar Megawati bercanda, yang disambut gelak tawa para peserta dialog. "Ini unik, hanya di Indonesia, mungkin LIPI juga bisa teliti, kenapa sampai begitu ?" ucapnya.

    Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) hari ini Selasa, 15 Agustus 2017 menyelenggarakan dialog kebangsaan, menyambut HUT emas yang ke 50.

    Sejumlah mantan presiden Indonesia direncanakan hadir untuk menjadi pembicara, yakni B.J. Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

    Megawati melanjutkan pidatonya mengenai arti penting penelitian bagi sebuah negara. Menurutnya, tidak ada sebuah negara yang besar tanpa ditopang oleh badan penelitian yang kuat.

    Simak : Alasan Megawati Mengapa Mengapa Mau Membantu Istana

    Di depan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir, Megawati juga berbicara soal proporsi anggaran penelitian yang terbilang kecil dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). "Diminta aja gitu lo, 2,5 persen dari APBN, karena ini penting," ujarnya.

    Megawati juga mengungkapkan harapannya agar lembaga penelitian yang ada di Indonesia semakin terhubung kuat dengan kampus-kampus.

    "Saya sangat mendukungnya dan mengingatkan para pembuat kebijakan agar memikirkan hal itu," Megawati menegaskan.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.