Wacana Gedung Baru DPR, Ketua BURT: Ajak Menteri Keuangan Lihat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, 30 Mei 2017. Dalam Rapat Paripurna ini sebanyak 327 anggota dewan tidak hadir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, 30 Mei 2017. Dalam Rapat Paripurna ini sebanyak 327 anggota dewan tidak hadir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wacana pembangunan gedung baru DPR pada masa reses kali ini kembali bergulir. Rencana tersebut disampaikan oleh Anton Sihombing, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, pada Senin, 14 Agustus 2017 di Ruang Sidang Paripurna. "Kita ajukan anggaran senilai 7,2 Triliun untuk semua pos anggaran di DPR," ucap Anton.

    Ia beralasan bahwa selama ini kapasitas gedung sudah tidak lagi cukup untuk menampung anggota DPR yang berjumlah 560 orang. Belum lagi tiap-tiap anggota ditambah dua staf admin dan lima staf ahli. Itu sebabnya, diperlukan pembangunan gedung baru DPR itu.

    Baca juga:

    Anggaran Gedung Baru, BURT: Masa Pemerintah Mau DPR nya Keleleran

    Anton Sihombing bahkan siap jika pemerintah ingin melihat kondisi gedung secara langsung. "Kalau perlu semua kita undang untuk melihat gedungnya secarang langsung. Kalau perlu Menteri Keuangan kita ajak lihat kamar," kata Anton.

    Anton Sihombing berharap pembangunan ini akan dilakukan oleh pemerintah. Selain merencanakan pembangunan gedung baru DPR, selain juga merencanakan pembangunan alun-alun, perpustakaan dan museum.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.