Alasan Hary Tanoe Emoh Jawab Soal Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo seusai menjalani pemeriksaan sebgaia tersangka di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 7 Juli 2017. Hary Tanoe diperiksa terkait pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. ANTARA/Aprillio Akbar

    Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo seusai menjalani pemeriksaan sebgaia tersangka di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 7 Juli 2017. Hary Tanoe diperiksa terkait pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Partai Persatuan Indonesia atau Perindo, Hary Tanoesoedibjo emoh ditanya merapatnya partai besutannya untuk mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019. Hary Tanoe beralasan, pertanyaan awak media tidak sesuai dengan baju yang dikenakannya.

    Saat itu, Hary menggunakan batik berwarna ungu untuk menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama antara MNC Kapital dan Bank Banten. "Jangan nanya itu," kata Hary Tanoe, kepada wartawan. Namun, hanya berselang beberapa detik, Hary kembali berjalan beberapa langkah ke wartawan. Saat itu, bos MNC Group tersebut sudah mau menuju lift dari lantai 13 Gedung MNC Finance Service.

    Baca juga:
    Perindo Dukung Jokowi, Pengamat: Hary Tanoe Cari Selamat


    Langkah Politik Hary Tanoe, Perindo Dukung Jokowi Pilpres 2019

    "Kalau saya berseragam (Partai Perindo) baru saya ngomong," ujarnya. Mata Hary terlihat melotot, lalu mengatakan "Saya pakai seragam begini (mengarahkan batik yang dikenakannya) kamu nanya politik," katanya.

    Ketua Umum Perindo Hary Tanoe mengungkapkan di media bahwa dukungan kepada Jokowi dalam Pilpres 2019 akan dibahas dalam rapat pimpinan nasional Perindo.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.