Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Tak Menolak Disandingkan dengan Aceng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  hadir pada acara Deklarasi Komunitas Pesantren se-Jawa Barat yang mendukung dirinya dalam pencalonan Gubernur Jawa Barat, di pesantren Pagelaran 3 Kecamatan Cisalak, Subang, 23 April 2017.TEMPO/Nanang Sutisna

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir pada acara Deklarasi Komunitas Pesantren se-Jawa Barat yang mendukung dirinya dalam pencalonan Gubernur Jawa Barat, di pesantren Pagelaran 3 Kecamatan Cisalak, Subang, 23 April 2017.TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tidak mempermasalahkan jika dirinya dipasangkan dengan Ketua DPW Partai Hanura Jawa Barat, Aceng Fikri untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018.

    "Saya pada dasarnya tidak menolak siapapun karena posisi pasangan itu ditentukan oleh koalisi," ujar Ridwan kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin, 14 Agustus 2017.

    Baca: PDIP dan Golkar Tak Dukung di Pilgub Jabar, Ini Kata Ridwan Kamil 

    Sebelumnya, Aceng Fikri siap maju di bursa Pilgub Jabar kalau disandingkan dengan Ridwan Kamil. Emil--sapaan Ridwan--mengatakan komunikasi dengan petinggi partai Hanura memang intens dilakukan.

    "Kalau masalah itu saya sudah komunikasi sampai ke pak Oso (Oesman Sapta Odang), jadi tidak hanya di level Jawa Barat saja," ujar dia.

    Namun, kata dia, untuk urusan disandingkan atau tidaknya dengan Aceng Fikri itu urusan koalisi partai nantinya. "Kalau Hanura bisa meyakinkan PPP atau PKB bahwa kader Hanura yang jadi dan mereka tidak keberatan kan enggak masalah," katanya.

    Baca: Burhanuddin Abdullah Diminta Prabowo Maju di Pilgub Jabar 2018

    Emil tak mau sesumbar siap maju disandingkan dengan kandidat calon yang diusung koalisi partai dalam Pilgub Jabar. Pasalnya, kata dia, kalau misalkan Nasdem berkoalisi dengan Hanura, tentu syarat parpol untuk mengusung calonnya belum kesampaian. Penyebabnya syarat koalisi parpol itu minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Jawa Barat.

    "Masalahnya ketika Hanura gabung dengan Nasdem kan baru 8 kursi jadi belum genap. Kalau diiyakan ternyata gak sampai kan malu. Intinya saya tidak mempermasalahkan mau dipasangkan dengan siapa pun," katanya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.