Novel Baswedan Masih Dicecar Soal Kronologi Penyerangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan untuk pertama kalinya bertemu lagi dengan pimpinannya sejak dirawat di Singapura. Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang datang untuk menemani Novel menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya di Kantor KBRI Singapura. Foto/Fransisco Rosarians

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan untuk pertama kalinya bertemu lagi dengan pimpinannya sejak dirawat di Singapura. Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang datang untuk menemani Novel menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya di Kantor KBRI Singapura. Foto/Fransisco Rosarians

    TEMPO.COSingapura - Tim penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya masih berkutat pada kronologi peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tema ini menjadi daftar pertanyaan yang disampaikan penyidik kepada Novel sejak pukul 11.00 hingga 13.00 Wita.

    "Ya, memang masih soal awalnya bagaimana bisa terjadi penyerangan itu," kata tim advokasi Novel, Haris Azhar Azis, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Senin, 14 Agustus 2017.

    Baca: Hari Ini Novel Baswedan Diperiksa Tim Polisi di Singapura

    Novel diserang saat berjalan pulang setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya, Selasa, 11 April 2017. Dua orang tak dikenal, berboncengan sepeda motor, tiba-tiba menyiramkan air keras ke wajah penyidik senior KPK itu sehingga matanya terluka.

    Novel sebenarnya sudah menjalani pemeriksaan dari penyidik kepolisian sejak awal perawatan. Penyidik Kepolisian Resor Jakarta Utara sempat memeriksa Novel ketika dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Penyidik juga sempat berangkat ke Singapura saat Novel tengah menjalani perawatan intensif. Dalam pemeriksaan tersebut, Novel menyindir penyidik yang tak bisa menemukan pelaku. "Saya memang tak melihat. Serangan sangat cepat, dari belakang, dan dalam kondisi gelap," kata Novel.

    Menurut Haris, pemeriksaan terhadap Novel Baswedan berjalan cukup lancar. Novel sangat bersikap kooperatif. Bahkan, di beberapa bagian, pemeriksaan justru menjadi obrolan santai.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.