Novel Baswedan Harus Tetes Obat Mata Disela Pemeriksaan

Reporter

Novel Baswedan. istimewa

TEMPO.CO, Singapura - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Novel Baswedan harus meneteskan obat matanya disela pemeriksaan oleh penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya. Sejak penyiraman air keras, 11 April 2017, Novel memang mengalami luka parah di kedua matanya.

"Memang ada banyak obatnya. Ada tetes dan minum. Yang tetes itu kan harus tiap beberapa jam," kata Tim Advokasi Novel Baswedan, Haris Azhar di Kantor KBRI Singapura, Senin, 14 Agustus 2017.

Baca juga:

Hari Ini Novel Baswedan Diperiksa Tim Polisi di Singapura

Tim penyidik Polda Metro Jaya mulai memeriksa Novel sekitar pukul 11.00 waktu setempat atau 10.00 WIB. Pemeriksaan sempat dihentikan untuk salat berjemaah sekitar pukul 13.00 WITA. "Ya, sehat. Alhamdulilah," kata Novel sebelum menjalankan solat.

Novel menjalani pemeriksaan khusus dan perawatan intensif di Singapura sejak 12 April 2017. Tim dokter awalnya hanya menerapkan terapi dan pengobatan, tetapi hasilnya sangat minim. Tak ada pertumbuhan syaraf dan selaput di kedua mata Novel.

Baca pula:

Diperiksa Polisi di KBRI Singapura, Novel Baswedan Terlihat Sehat

Hal ini sempat membuat tim dokter memutuskan untuk menggelar operasi cangkok selaput mata. Hasilnya, mata kanan Novel mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan dan kesembuhan. Akan tetapi, mata kiri nya justru mengalami radang dan peningkatan tekanan.

Dokter akhirnya mengangkat cangkok tersebut dan menunggu perkembangan syarat dan selaput di kedua mata Novel Baswedan. Awal Agustus lalu, tim dokter memutuskan untuk menggelar operasi besar pada mata kiri Novel, 17 Agustus mendatang. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan di bola mata tersebut stagnan. "Setelah operasi, Novel harus istirahat total sangat lama," kata Haris.

FRANCISCO ROSARIANS






KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

6 jam lalu

KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

KPK meminta istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe untuk kooperatif.


Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

9 jam lalu

Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

Istri dan anak Lukas Enembe absen dari pemeriksaan KPK tanpa alasan yang jelas.


KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

22 jam lalu

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex divonis 6 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan kemudian mengurangi hukuman itu menjadi 4 tahun saja.


KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

1 hari lalu

KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

KPK menduga ada anggota DPR periode 2009-2014 dan pihak lainnya yang menerima suap Rp 100 miliar.


KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

1 hari lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

Istri dan anak Lukas Enembe dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi kepada Gubernur Papua itu.


KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

1 hari lalu

KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK menahan tersangka kedelapan dalam kasus suap pengurusan perkara yang menyeret hakim agung nonaktif Sudrajad Dimyati.


KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

2 hari lalu

KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

KPK belum berhasil memeriksa Lukas Enembe. Lukas beralasan sakit.


Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

2 hari lalu

Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

KPK memeriksa seorang pramugari RDG Airlines Tamara Anggraeny di kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe pada Senin, 3 Oktober 2022