Petugas Haji Diminta Optimalkan Waspada dan Antisipasi Mers-COV

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah calon haji kloter satu antre menunggu pemeriksaan kesehatan dan pemberian gelang identitas saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, di Pondok Gede, Jakarta, 27 Juli 2017. Mereka akan diberangkatkan pada Jumat dinihari. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Jemaah calon haji kloter satu antre menunggu pemeriksaan kesehatan dan pemberian gelang identitas saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, di Pondok Gede, Jakarta, 27 Juli 2017. Mereka akan diberangkatkan pada Jumat dinihari. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusuf Singka meminta kepada seluruh petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk mengoptimalkan upaya promotif dan preventif kepada jemaah haji yang sudah berada di Makkah maupun yang masih di Madinah. Ia menyampaikan imbauan itu untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-COV).

    Eka mengharuskan jemaah untuk mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah berada di WC atau toilet umum.

    Baca : Seorang Calon Haji Perempuan Asal Lombok Berusia 104 Tahun

    “Jangan menggosok-gosokkan tangan ke mata atau hidung jika tangan belum dicuci dengan sabun,” kata Eka dalam keterangan tertulis, Ahad, 13 Agustus 2017.

    Eka juga mengingatkan agar jemaah haji tidak berfoto-foto atau mendekati onta. Sebab, onta dicurigai sebagai medium penularan virus Mers-COV.

    Meski begitu ia memastikan hingga saat ini seluruh pasien jemaah haji Indonesia yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi tidak ada yang terindikasi Mers-COV sesuai konfirmasi dari laboratorium.

    Kementerian Kesehatan menyarankan jemaah haji memakai masker pelindung hidung dan mulut di tempat ramai. Misalnya di Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan tempat lainnya serta mengikuti etika kesehatan dasar saat bersin atau batuk.

    Informasi yang beredar menyebutkan adanya dua kasus baru Mers-COV yang menimpa ekspatriat wanita berusia 38 dan 42 tahun.
    Simak : Daftar Haji Sekarang, Butuh 15 Tahun Berangkat ke Tanah Suci

    Keduanya didiagnosis positif virus Mers di Dawmat Al-Jandal di Provinsi Al-Jouf. Kejadian ini ditemukan di Utara Saudi, di luar kota haji, beberapa ratus kilometer dari Mekkah.

    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh menjelaskan, kasus Mers-COV secara sporadis tetap terjadi di Saudi dan seringkali berupa infeksi nosokomial di kalangan healthworkers pada fasilitas pelayanan kesehatan yang merawat pasien Mers-COV.

    Subuh menilai kewaspadaan dan kesiagaan harus tetap dilakukan sepanjang tahun, meskipun belum terjadi penyebaran ke berbagai negara. Selain itu belum ada laporan tentang jemaah haji dari luar Arab Saudi yang terinfeksi Mers-COV sejak 2012 serta belum terjadi transmisi berkelanjutan di Arab Saudi.


    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.