Warga Cirata Harus Berjalan 1 Kilometer untuk Dapat Air Bersih

Reporter

Warga mengambil air di aliran sungai Cipamingkis yang kering akibat kemarau, Desa Sirnajati, Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Tiga bulan terakhir warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Cianjur - Ratusan kepala keluarga di Kampung Cirata, Desa Sukajadi, Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat, harus berjalan kaki satu kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Sejak dua bulan terakhir, warga kesulitan mendapat air bersih karena wilayah tersebut mengalami kekeringan. Untuk mendapatkan air, warga harus berjalan sampai sekitar satu kilometer atau mengantre di kran air milik perusahaan. Lina, 35 tahun, seorang warga mengatakan setiap tahun warga di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan air terutama ketika musim kemarau tiba.

Baca juga:

SPAM Umbulan, Pasokan Air Bersih Jangkau 1,3 Juta Warga Jatim

"Ada sumur di rumah, tapi kering. Sudah sejak lama begini, setiap tahun pasti susah air. Sekarang sudah dua bulan susah air," kata Lina, Ahad, 13 Agustus 2017.

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengambil ke kolam buatan di pinggir sungai sebagai penampungan air berjarak sekitar satu kilometer, melalui jalanan yang curam. Jika tidak warga harus rela antre panjang di depan perusahaan besar yang berdiri di wilayah tersebut.

Baca pula:

Puluhan Ribu Warga DI Yogyakarta Kekurangan Air Bersih

"Ketika kemarau tiba, perusahaan menyediakan dua keran air bersih di luar gerbang utama. Banyaknya warga yang antre membuat waktu menunggu sangat lama. Kalau mau cepat ambil ke sungai dengan jarak yang jauh," katanya.

Lina dan ratusan warga di wilayah tersebut berharap dinas terkait di Pemkab Cianjur, mencarikan solusi yang setiap tahun dirasa berat oleh warga. "Harapan kami ada sumur resapan atau bak penampung air yang bisa digunakan warga saat kemarau tiba karena selama ini keluhan kami tidak pernah terwujud," katanya.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, melakukan koordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti Cianjur untuk mengatasi persoalan pasokan air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman mengatakan, beberapa wilayah di Cianjur, mulai mengalami kekeringan termasuk Kecamatan Gekbrong. Laporan dari warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti Cianjur.

"Kami juga masih melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui penyebab pasti hilangnya sumber air bersih di beberapa wilayah tersebut. Untuk persoalan air bersih kami telah berkoordinasi dengan Perumdam. Mereka telah mengirimkan bantuan mobil tanki air ke wilayah tersebut," katanya.

ANTARA  I  SDA






Tim Mahasiswa UI Tawarkan Inovasi di Teknologi Desalinasi Air Laut Jakarta

13 hari lalu

Tim Mahasiswa UI Tawarkan Inovasi di Teknologi Desalinasi Air Laut Jakarta

Tim mahasiswa Fakultas Teknik UI termasuk yang meraih medali emas dalam WSEEC 2022 karena penelitiannya itu.


Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu Minta Anies Baswedan Evaluasi Kinerja PAM Jaya dan Aetra

38 hari lalu

Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu Minta Anies Baswedan Evaluasi Kinerja PAM Jaya dan Aetra

Tiharom minta Anies Baswedan segera turun tangan dalam masalah krisis air dan minimnya penyaluran air bersih di Marunda Kepu.


4 Bulan Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu: Jauh dari Visi Anies Baswedan

38 hari lalu

4 Bulan Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu: Jauh dari Visi Anies Baswedan

Krisis air di Marunda saat ini sudah berlangsung hingga 4 bulan, namun tidak ada penanganan yang serius dari pihak Aetra dan PAM Jaya


Musim Kemarau, Warga Kampung Marlina Khawatir Air PAM Mati-Hidup

12 Mei 2022

Musim Kemarau, Warga Kampung Marlina Khawatir Air PAM Mati-Hidup

Penyaluran air bersih di Kampung Marlina, Penjaringan sempat terganggu selama 3 bulan


Jakarta Rawan Krisis Air, Ahli Minta Pemerintah DKI Bertindak

12 Mei 2022

Jakarta Rawan Krisis Air, Ahli Minta Pemerintah DKI Bertindak

Ahli tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, mengatakan Jakarta tidak akan krisis air jika dikelola dengan baik.


BPBD DKI Bakal Aktifkan Satgas Air Bersih, Jika Terjadi Dampak Kemarau

11 Mei 2022

BPBD DKI Bakal Aktifkan Satgas Air Bersih, Jika Terjadi Dampak Kemarau

Saat ini BMKG memperkirakan curah hujan akan berada pada kondisi Atas Normal, yakni curah hujan musim kemarau lebih tinggi dibandingkan normal.


Musim Kemarau, Kepala BPBD DKI Sebut 15 Kecamatan Rawan Krisis Air Bersih

11 Mei 2022

Musim Kemarau, Kepala BPBD DKI Sebut 15 Kecamatan Rawan Krisis Air Bersih

Menurut data BPBD, dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2017-2021), musim kemarau memberikan dampak kekeringan.


Tips Hemat Menggunakan Air Bersih ala Puteri Indonesia Lingkungan 2020

22 Maret 2022

Tips Hemat Menggunakan Air Bersih ala Puteri Indonesia Lingkungan 2020

Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Sarasawati mengungkapkan kebiasaan sehari-hari untuk menghemat menggunakan air bersih.


Wali Kota Minta Warga Jakut yang Alami Krisis Air Bersih segera Lapor

13 Januari 2022

Wali Kota Minta Warga Jakut yang Alami Krisis Air Bersih segera Lapor

Pasokan air bersih ke sejumlah daerah di Penjaringan, Jakarta Utara terganggu


UNICEF Peringatkan Empat Juta Orang di Lebanon Terancam Krisis Air Bersih

24 Juli 2021

UNICEF Peringatkan Empat Juta Orang di Lebanon Terancam Krisis Air Bersih

UNICEF memperingatkan empat juta lebih orang di Lebanon, termasuk satu juta pengungsi, terancam kehilangan akses air bersih karena krisis keuangan.