Buya Syafii Maarif dalam Berbagai Viral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengayuh sepeda kesayangannya di Sleman, Yogyakarta, Minggu (8/5). TEMPO/Pito Agustin R.

    Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengayuh sepeda kesayangannya di Sleman, Yogyakarta, Minggu (8/5). TEMPO/Pito Agustin R.

    TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan beredar dua foto mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menjadi viral di media sosial. Foto yang diunggah netizen memperlihatkan Syafii Maarif sedang duduk menunggu KRL di stasiun. Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang pria, sedangkan tampak tiga pelajar dalam sebangku itu. Langit masih terlihat gelap.

    Sebuah foto lain menampilkan Buya Syafii Maarif mengenakan kemeja batik lengan panjang duduk dalam KRL dengan kedua tangannya yang ditopang tongkat hitam, ia tampak diapit lelaki yang tertidur dan seorang lagi yang kelihatannya tak menyadari jati diri pria tua berusia 82 tahun di sebelahnya itu.

    Baca juga:
    Viral, Kisah Buya Syafii Maarif Naik KRL ke Istana Bogor

    Kedua foto itu menunjukkan perjalanan anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Ahmad Syafii Maarif, dari Jakarta menuju Bogor menggunakan KRL, untuk menghadiri peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diresmikan Presiden Joko Widodo, kemarin, 12 Agustus 2017, yang menjadi viral di media sosial.

    Sesungguhnya, bukan pertama kali foto-foto yang menggambarkan keseharian Buya Syafii menjadi viral di media sosial. Lima tahun lalu, Tempo pernah menuliskan betapa sibuknya panitia acara bedah buku Marhaenisme Muhammadiyah itu di gedung Tiara Graha, Sleman, Yogyakarta, menuntun sepeda kayuh bertuliskan “master” ke teras gedung.

    Baca pula:
    Kesederhanaan Ekstrem Buya Syafii Maarif

    Saat itu, 5 Agustus 2012, Syafii Maarif memang menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengayuh sepeda dari tempat tinggalnya di Kelurahan Nogotirto, Kecamatan Gamping, ke gedung Tiara Graha, Sleman. "Saya sudah bertahun-tahun bersepeda,” kata Buya Syafii, yang mengaku bersepeda saban pagi.

    Dan, sekitar Februari 2017, fotonya yang tengah mengendarai sepeda ontel di Yogyakarta kembali menjadi viral di media sosial. Ia mengaku kaget dengan respons netizen yang mengapresiasinya, meski ketika itu dia tak ingat kapan kejadian itu dilakukannya. “Setiap hari saya bersepeda,” kata penggagas Maarif Institute ini.

    Di sebuah medsos beredar posting-an soal mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif sedang mengendarai sebuah sepeda ontel tua di Yogyakarta. Buya Syafii mengaku terkejut karena dia sudah terbiasa dengan naik sepeda. Dia terkekeh saat ditanyakan mengapa ia tak di kawal, Buya menjawab, “Saya sudah dikawal malaikat”.

    Foto viral lainnya Buya Syafii adalah saat panas-panasnya pilkada DKI Jakarta dan proses persidangan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia tampak sedang makan bersama Ahok yang diunggah di berbagai akun Twitter, Facebook, dan Instagram. Ketika itu, foto Buya Syafii makan bersama tersebut dituding sebagai bukti kedekatannya dengan Ahok. Foto itu dituding sebagai bukti kedekatan Buya dengan Ahok. Buya Syafii disebut-sebut memang dekat dengan Ahok.

    Foto Ahok makan satu meja bersama Syafii Maarif itu bukan foto rekayasa seperti yang sekarang banyak beredar di medsos. Ahok mengunggah foto tersebut di akun Instagram-nya @basukibtp, Senin, 21 Desember 2015. Saat itu, Ahok menulis caption pada foto tersebut, dirinya makan siang sambil bicara soal permasalahan di Jakarta. "Makan siang hari ini bersama Buya Syafii Maarif. Sambil ngobrol, segala kebobrokan di Jakarta dan Indonesia sudah mendarah daging harus direvolusi mental. Sehat terus Buya," tulis Ahok.

    Buya Syafii Maarif menganggap hal-hal yang dilakukannya sebagai sesuatu yang wajar dan biasa saja. Namun netizen menganggap kebersahajaannya luar biasa. Bahkan Muhammad Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif Maarif Institute, menilai kesederhanaan Buya Syafii sudah ekstrem. “Namun seringkali orang tua yang satu ini dalam beberapa hal, terutama dalam kesahajaan dan kesederhanaannya sangat konservatif dan terlalu ekstrim,” kata Darraz.

    S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.