Status Kewarganegaraan Johannes Marliem Masih Simpang Siur

Reporter

Editor

Erwin prima

Johannes Marliem. Johannesmarliem.com

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi otoritas Amerika Serikat (AS) terkait dengan penyebab kematian salah seorang saksi perkara korupsi e-KTP, Johannes Marliem.

Baca: Kematian Johannes Marliem Menambah Daftar Saksi E-KTP Meninggal 

Salah satu kabar yang mengemuka, Johannes diduga meninggal setelah menembak kepalanya sendiri. “Itu masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian setempat,” ujar Arrmanatha, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Dia mengatakan otoritas keamanan setepat masih melakukan investigasi terkait dengan penyebab dan insiden sebelum terjadinya kematian tersebut.

“Untuk status kewarganegaraan yang bersangkutan juga akan didalami lebih jauh, mengingat terdapat dua informasi yang berbeda mengenai hal itu,” tambahnya.

Seperti diketahui, Marliem disebut sebagai saksi kunci kasus megakorupsi ini karena ia mengantongi bukti pembicaraan para perancang proyek e-KTP selama empat tahun. Ia meyakini, rekaman pembicaraan itu dapat menjadi bukti untuk menelisik korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Arrmanatha berujar, dari informasi yang diterima dari KBRI Washington DC dari otoritas keamanan AS, jenazah yang ditemukan meninggal itu adalah benar Johannes Marliem. Adapun Johannes ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 dini hari, 10 Agustus 2017 di Los Angeles, AS.

Baca: Benarkah Johannes Marliem Tewas dengan Luka Tembak?

Sementara itu, media lokal AS, WEHO Ville menulis bahwa Johannes Marliem tewas di sebuah rumah di Edinburgh Avenue, Los Angeles setelah menembak kepalanya sendiri. Sebelumnya, kepolisian setempat mendapatkan laporan pada Rabu sore, bahwa terjadi penyanderaan yang dilakukan oleh Johannes pada istri dan anaknya.

GHOIDA RAHMAH | WEHO VILLE






Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

2 hari lalu

Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

Indonesia dilaporkan mengirim delegasi ke Israel untuk menggelar pertemuan rahasia. Kemenlu RI membantah.


Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

5 hari lalu

Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Sebelumnya, Indonesia dilaporkan media Israel mengirim delegasi ke Negeri Bintang Daud untuk menggelar pertemuan rahasia.


Kementerian Luar Negeri Waswas dengan Perkembangan Perang Ukraina

5 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Waswas dengan Perkembangan Perang Ukraina

Kementerian Luar Negeri RI berharap konflik antara Rusia dan Ukraina bisa mencapai satu solusi.


Korea Selatan Hadapi Ageing Population, Peluang Tingkatkan Pengiriman TKI Terampil

10 hari lalu

Korea Selatan Hadapi Ageing Population, Peluang Tingkatkan Pengiriman TKI Terampil

Kementerian Luar Negeri RI mendorong peningkatan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) terampil atau semi terampil ke Korea Selatan


Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kapal Cina Mondar-mandir di Natuna

12 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kapal Cina Mondar-mandir di Natuna

Kementerian Luar Negeri menanggapi kabar mengenai kapal Cina yang disebut melintas di wilayah Natuna, Riau, dalam satu minggu terakhir.


Amerika Tak Mau Dikaitkan dengan Kunjungan mantan Duta Besar Bill Richardson

12 hari lalu

Amerika Tak Mau Dikaitkan dengan Kunjungan mantan Duta Besar Bill Richardson

Amerika Serikat membantah keterlibatan pihaknya dalam kunjungan Mantan Duta Besar AS untuk PBB Bill Richardson ke Rusia.


Menlu Retno: Persiapan KTT G20 On The Right Track

16 hari lalu

Menlu Retno: Persiapan KTT G20 On The Right Track

Dua bulan menjelang pertemuan tingkat tinggi G20, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut Indonesia sudah siap baik dari segi logistik dan substansi.


Dipilih Jadi Menteri Luar Negeri Inggris, Ini Rekam Jejak James Cleverly

18 hari lalu

Dipilih Jadi Menteri Luar Negeri Inggris, Ini Rekam Jejak James Cleverly

James Cleverly sudah lama menjadi pendukung setia pada Liz Truss, yang merupakan mantan bosnya saat menjadi Menteri Luar Negeri Inggris


Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Vladimir Putin ke KTT G20 Bali

22 hari lalu

Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Vladimir Putin ke KTT G20 Bali

Kantor Kepresidenan Rusia sejauh ini belum memastikan partisipasi Putin, apakah akan hadir di KTT G20 secara tatap muka atau virtual.


Kementerian Luar Negeri Amerika Izinkan Penjualan Peralatan Tempur ke Taiwan

24 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Amerika Izinkan Penjualan Peralatan Tempur ke Taiwan

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui proposal penjualan peralatan militer ke Taiwan senilai USD 1,1 miliar (Rp 16 triliun).