Di Silatnas, Jokowi Minta Penyaluran KIP dan KIS Diawasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Kartu sehat Indonesia. Masih banyak PR Jokowi-JK. Dok. KOMUNIKA ONLINE

    Ilustrasi - Kartu sehat Indonesia. Masih banyak PR Jokowi-JK. Dok. KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta kepada pendukungnya agar penyaluran Kartu Indonesia Pintar atau KIP dan Kartu Indonesia Sehat alias KIS diawasi. Hal ini diucapkannya saat menghadiri Silaturahim Nasional II Pendukung Setia Jokowi. atau Silatnas II. Dihadapan ribuan pendukungnya yang berada di Jakarta International Expo, ia meminta agar anggaran subsidi diawasi.

    "Tolong awasi KIP dan KIS. Apakah sudah ke tangan yang benar," kata Presiden Jokowi di Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2017. Pengawasan, menurut dia, diperlukan sebab anggaran subsidi yang dialokasi pemerintah sangat besar.

    Baca: Najwa Shihab, Putri Ulama Quraish Shihab Jawab Soal Hijab

    Tak hanya subsidi di Kartu Indonesia Pintar atau Kartu Indonesia Sehat saja, penyaluran dana desa yang tiap tahunnya bertambah juga harus dipantau. Dengan alokasi dana ke desa sebesar Rp 60 triliun pada 2017, Presiden Jokowi tak mau anggaran itu dikorupsi. "Ikut kontrol agar tidak dikorupsi," ucapnya.

    Selain memberi sambutan, Jokowi sempat ikut bernyanyi bersama Edo Kondolangit. Di awal acara, Edo diminta menyanyikan Lagu Pancasila Rumah Kita. Di tengah nyanyian, Edo terlihat berjalan mendekati kursi Jokowi.

    Baca: Cangkir Siswa di Sekolah Ini Dilabeli 'Islam' dan Bukan 'Islam'

    Penyanyi asal Papua itu lantas menyodorkan mike ke arah Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyambutnya dan ikut bernyanyi. Para pendukung meresponnya dengan memberikan tepuk tangan.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.