Najwa Shihab: Saya Ini Hanya Provokator untuk Membaca...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najwa Shihab dan Happy Salma dalam acara Panggung Para Perempuan Kartini  yang digelar Tempo Media Grup bekerja sama dengan Bank Indonesia di Museum Bank Indonesia, Kota Tua, Jakarta, pada 11 April 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Najwa Shihab dan Happy Salma dalam acara Panggung Para Perempuan Kartini yang digelar Tempo Media Grup bekerja sama dengan Bank Indonesia di Museum Bank Indonesia, Kota Tua, Jakarta, pada 11 April 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Kupang - Presenter senior Najwa Shibab mengatakan sebagai duta baca, dirinya hanya seorang provokator yang mengajak seluruh warga Indonesia agar gemar membaca. Karena dirinya sangat prihatin dengan posisi Indonesia yang berada di urutan 60 dari 61 negara yang malas membaca.

    "Saya hanya provokator untuk baca yang kerjanya menyebarkan virus baca kemana- mana," kata Duta Baca, Najwa Shihab saat berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 11 Agustus 2017.

    Di Kupang, Najwa Shihab akan menggelar talk show di Aula El Tari Kupang malam ini, dan mengunjungi Kabupaten Lembata. Kapasitasnya berkunjung ke NTT hanya sebagai Duta Baca.

    Baca : Apakah Najwa Shihab Mundur Terkait Edisi Novel Baswedan?

    Awal diangkat menjadi Duta Baca, Najwa Shihab mengaku merasa tegang dan stres, karena Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain di dunia dalam urusan membaca. Di Amerika minta baca mencapai angka 25-27 buku per tahun per orang, Jepang 15- 18 buku, sedangkan Indonesia hanya 0,01 per tahun.

    Setelah berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia, menurut dia, sebenarnya minat baca warga Indonesia sangat tinggi, namun akses bukunya masih sangat kurang. "Di daerah terpecil, jika ada orang yang membawa buku pasti menjadi rebutan anak- anak," katanya.

    Simak juga : Najwa Shihab, Putri Ulama Quraish Shihab Jawab Soal Hijab

    Karena itu, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, seperti harga buku harus lebih murah, karena salah satu satu kendala minat baca di Indonesia, karena harga buku terlalu mahal. Kendala lainnya yakni penyebaran buku yang tidak merata hingga ke desa- desa. "Memang ini juga menjadi masalah, karena pengiriman buku ke daerah sangat mahal," ujarnya.

    Untuk mengatasi masalah itu, maka dirinya sudah bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menetapkan tanggal 17 setiap bulan sebagai hari kirim buku gratis ke daerah manapun melalui PT Pos Indonesia. "Kami berharap pencanangannya pak Jokowi bisa mengirimkan buku ke daerah, sehingga menjadi virus bagi orang lain," ujarnya.

    Najwa mengatakan dengan bekermbangnya teknologi saat ini banyak yang membaca melalui handphone (HP), sehingga pihaknya juga menyiapkan aplikasi ipusnas bagi pengguna HP agar bisa membaca buku. "Membaca harus menjadi kebiasaan, dan terjadwal dengan baik," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.