Patung di Kelenteng Tuban, Pemprov Jatim: Kedepankan Musyawarah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, 6 Agustus 2017. Penutupan patung dilakukan karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, 6 Agustus 2017. Penutupan patung dilakukan karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Tuban - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta semua pihak mengedepankan musyawarah soal polemik Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen, yang berukuran raksasa di Kelenteng Kwan Swie Bio, Kabupaten Tuban.

    "Ajak semua duduk bersama dan dialog mencari solusi. Semua harus hadir dan bermusyawarah," ujar Gubernur Jatim Soekarwo kepada wartawan di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jumat 11 Agutus 2017.

    Baca :

    Patung Dewa Perang di Kelenteng Tuban Berstatus Sengketa

    Menurut dia, segala perbedaan bisa diselesaikan dengan jalur komunikasi sehingga segera ada keputusan terkait bagaimana keberadaan patung tersebut.

    "Pemprov hanya bisa memberi masukan jalur dialog dan silakan diselesaikan pemerintah setempat. Keputusannya ada di daerah, bukan di provinsi," ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

    Terkait banyaknya elemen dari luar Tuban yang mempermasalahkannya, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu mengharapkan tidak ikut mencampuri karena cukup diselesaikan kepala daerah setempat.

    Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Tuban Fatkhul Huda serta Kepala Kepolisisan Resort setempat agar membahas persoalan dengan musyawarah.

    "Pemkab, aparat, pihak kelenteng dan pihak terkait lainnya harus duduk bersama mencari solusi, termasuk membahas perizinan yang kabarnya masih menimbulkan polemik," kata Gus Ipul.

    Simak pula :

    Generasi Muda Khonghucu Tolak Patung Dewa Perang di Kelenteng Tuban, Sebab...

    Pendirian patung tertinggi se-Asia Tenggara yang masuk catatan Museum Rekor Indonesia dan diresmikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Juli lalu tersebut saat ini menjadi pro dan kontra.

    Sejumlah elemen organisasai masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Jatim meminta adanya peninjauan ulang terkait patung, bahkan tidak sedikit yang meminta dirobohkan.

    Sampai saat ini, patung dewa perang setinggi 30,4 meter yang berada di halaman belakang kelenteng tersebut ditutupi dengan kain putih setelah pengurus kelenteng mendapat masukan dari berbagai pihak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.