Tim Saber Pungli Geledah Kantor Dinas Tata Ruang Makassar

Reporter

Ilustrasi pungli. shutterstock.com

TEMPO.CO, Makassar - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli menggeledah dan melakukan pemeriksaan di ruangan Pengawasan dan Pengaduan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar. Penggeledahan itu dipimpin Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makasar, Inspektur Satu Supriyadi.

"Ada beberapa dokumen yang kita ambil, tapi masih akan diteliti. Apakah ada keterkaitan dengan kewenangan pelaku AA," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi Hotman Sirait, Jumat 11 Agustus 2017, terkait penggeledahan Tim Saber Pungli di Kantor Dinas Tata Ruang Makassar.

Baca juga:

Evaluasi Satgas Saber Pungli Libatkan Ombudsman

Ia menjelaskan setelah dilakukan penangkapan kepada Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Makassar, AA. Tim saber pungli mencoba untuk melakukan penggeledahan di ruang kerja pelaku, namun terkunci. "Jadi kita tunggu sampai pagi," ucap dia.

Menurut Hotman, disitanya berkas-berkas dalam ruangan itu lantaran ingin meneliti terkait masalah izin perubahan fungsi bangunan. Sehingga pihaknya masih akan mempelajari dokumen tersebut, apakah ada lagi yang terlibat atau tidak. "AA sudah kita tetapkan sebagai tersangka, kita masih terus dalami," ujarnya.

Baca pula:

Saber Pungli Tangani 41 Kasus dari 17 Ribu Laporan

Sebelumnya tim saber pungli menerima aduan dari masyarakat ke Ombudsman Sulawesi Selatan terkait dugaan adanya pungutan liar di DTRB Makasar. Tersangka meminta belasan juta kepada korban R untuk memuluskan izin bangunan dari rumah toko (ruko) menjadi restoran. "Jadi Ombudsman melapor langsung ke tim saber pungli. Sehingga dilakukan penangkapan saat sedang transaksi di salah satu restoran di Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis kemarin (10 Agustus)," tutur Hotman. "Transaksinya itu semua Rp 15 juta."

Selain dokumen, lanjut Mantan Kapolres Maros ini, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 4,5 juta dan dua unit handphone. Adapun pelaku dijerat Pasal 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun, dengan denda minimal Rp 200 juta.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar, Ahmad Kafrawi mengungkapkan dirinya mendapat informasi ada anak buahnya tertangkap tangan pada Kamis sore 10 Agustus. Sehingga ia langsung melapor ke Wali Kota Makasar Mohammad Ramdhan Pomanto. "Saya kaget juga mendengar kabar itu, setelah laporan lengkap saya langsung lapor ke Pak Wali," ucap Ahmad.

Menurut dia, sesuai arahan Wali Kota Makassar kasus tersebut diselesaikan secara hukum. Sehingga menjadi pelajaran atau efek jera kepada pejabat lainnya termasuk pemerintah kota terkait pelayanan publik. "Kita tak mau terkesan melindungi, jadi ini akan menjadi pelajaran atau efek jera di lingkup pemerintah kota," urai Ahmad.

Lebih lanjut dia mengatakan saat tim saber pungli datang menggeledah mereka menyita berkas-berkas yang ada di ruangan pelaku. Pasalnya, pelaku yang ditangkap itu merupakan bagian pengawasan di DTRB Makassar. "Saya tak tahu persis kasusnya, karena kalau izin bangunan itu bukan di bagian tata ruang tapi perizinan."

DIDIT HARIYADI






F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

15 hari lalu

F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

Ada tiga simbol utama yang selalu muncul di setiap F8 Makassar, yakni anak-anak, keterlibatan difabel, dan pertunjukan kolosal.


Viral Video Polisi Diduga Melakukan Pungli di Gerbang Tol, Polda Metro: Sabar Ya

22 Juli 2022

Viral Video Polisi Diduga Melakukan Pungli di Gerbang Tol, Polda Metro: Sabar Ya

Polda Metro Jaya menyelidiki viral video dugaan aksi pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi terhadap para sopir truk.


Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

7 Juli 2022

Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

Kota Makassar ternyata pernah mengalami dinamika pergantian nama. Dari mulanya bernama Makassar berganti jadi Ujung Pandang, hingga menjadi Makassar kembali. Lantas, apa alasan pergantian nama tersebut?


Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

8 April 2022

Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

Anshar mengatakan zakat adalah milik orang lain yang dititipkan. Karena itu, jangan berbangga memberikan zakat.


Hari Ini, HUT Kota Makassar ke-414 di Kanal YouTube Makassar Recover Channel

9 November 2021

Hari Ini, HUT Kota Makassar ke-414 di Kanal YouTube Makassar Recover Channel

HUT Kota Makassar ke-414 dengan mengangkat tema Recovery untuk Masa Depan. Tema ini diambil sebagai bentuk semangat kebangkitan di masa pandemi.


Mas Dhito Imbau Tak Ada Pungli di Objek Wisata Kabupaten Kediri

18 Juni 2021

Mas Dhito Imbau Tak Ada Pungli di Objek Wisata Kabupaten Kediri

Untuk pengelolaan wisata, Pemkab Kediri sudah menggunakan sistem Transaksi Non Tunai (TNT). Sistem berbasis elektronik ini meminimalisir praktik pungutan liar.


Hendi Sidak Kantor Kelurahan, Kembalikan Uang Pungli

26 April 2021

Hendi Sidak Kantor Kelurahan, Kembalikan Uang Pungli

Melalui sistem #LaporHendi, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mendapat laporan adanya pungli Rp 300 ribu oleh oknum pegawai Kelurahan Muktiharjo Kidul.


Ada Anggota FPI Terlibat Terorisme? Munarman: Pengakuan Itu Skenario Terencana

5 Februari 2021

Ada Anggota FPI Terlibat Terorisme? Munarman: Pengakuan Itu Skenario Terencana

Mantan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman menuding pengakuan terduga terduga aksi terorisme JAD Ahmad Aulia sebagai anggota FPI adalah suatu skenario.


Tahukah Kamu Bus Wisata Metro Makassar Hasil Daur Ulang Mobil Sampah

3 Desember 2020

Tahukah Kamu Bus Wisata Metro Makassar Hasil Daur Ulang Mobil Sampah

Pemerintah Kota Makassar menyulap mobil pengangkut sampah menjadi bus wisata. Siapapun bisa naik bus wisata ini dengan gratis.


Antisipasi Jenazah Corona Dibawa Paksa, Polisi Jaga Rumah Sakit

9 Juni 2020

Antisipasi Jenazah Corona Dibawa Paksa, Polisi Jaga Rumah Sakit

Polrestabes Makassar menempatkan petugasnya di beberapa rumah sakit untuk mengantisipasi upaya paksa membawa jenazah pasien Covid-19