Penembakan Warga Deiyai, Kapolda Papua Akui Polisi Salah Prosedur

Reporter

Mantan Kadiv Humas Polri Boy Rafli Amar mengunjungi TPS 5 RW 04, Kelurahan Kuninga Timur, Kecamatan Setiabudi, 19 April 2017. TEMPO/Bayu Putra

TEMPO.CO, Timika - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan Kepala Kepolisian Sektor Tigi Inspektur Satu MR dan delapan anggota Brimob diduga melanggar prosedur tetap (protap) saat menangani aksi massa di Kampung Bomou, Distrik Tigi Selatan, Deiyai Selasa, 1 Agustus 2017. Pelanggaran protap itu menyebabkan seorang warga tewas.

"Sesuai rekomendasi yang diberikan  tim investigasi, Kapolsek dan delapan anggota Brimob diduga telah melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan aksi massa," kata Boy Rafli Amar di Timika, Jumat, 11 Agustus 2017.

Menurutnya tim investigasi telah kembali dari Deiyai dan telah melaporkan hasil kerja mereka kepada pimpinan Polda Papua.

"Setelah dicek satu per satu rangkaian tindakan anggota di lapangan, ternyata ada tindakan-tindakan yang tidak terkoordinasi dengan baik antara Polsek dan Brimob. Kemudian tidak adanya kesepahaman dalam mengatasi masyarakat yang saat itu melampiaskan kekecewaan mereka terhadap perusahaan," jelas Boy Rafli.

Baca: 4 Warga Deiyai Tertembak saat Serang Kamp Pembangunan Jembatan

Menurut Kapolda, terdapat indikasi kuat bahwa anggota melakukan pelanggaran prosedur dalam hal penggunaan senjata api saat menangani aksi warga. "Yang tidak dikedepankan yaitu prinsip kehati-hatian dan kepatutan, karena seharusnya masyarakat masih bisa ditangani dengan proses negosiasi. Atau melumpuhkan dengan tangan kosong karena ada warga yang membawa senjata tajam. Tindakan maksimal yang bisa dilakukan dalam kondisi seperti itu baru sebatas tembakan peringatan," ujarnya.

Boy menuturkan dalam waktu dekat akan segera menggelar sidang Kode Etik Profesi dan Pengamanan kepada sembilan anggota Polri yang terlibat kasus penembakan di Deiyai tersebut. "Berkas para terduga pelanggar kode etik masih disiapkan oleh Tim Propam Polda Papua. Kami akan segera menggelar sidang secara terbuka, silakan masyarakat menyaksikan langsung persidangan tersebut," ujar Boy.

Simak: Komnas HAM Kutuk Tragedi Berdarah di Deiyai

Sanksi bagi anggota yang terlibat kasus penembakan di Deiyai  terberat yaitu bisa diberhentikan dari keanggotaan Polri. "Nanti kita lihat fakta-fakta yang terungkap selama persidangan," katanya.

Insiden penembakan di Deiyai berawal dari penolakan karyawan saat warga meminta bantuan untuk mengantar korban tenggelam ke rumah sakit. Warga kemudian membawa korban tenggelam itu ke rumah sakit. Namun saat tiba di rumah sakit korban sudah meninggal.

Lihat: Penembakan Deiyai Masyarakat Papua di Bandung Gelar Aksi Solidaritas

Warga yang marah kemudian melakukan penyerangan terhadap karyawan dan peralatan di kamp milik PT Putera Dewa yang sedang melakukan pembangunan jembatan. Karyawan melaporkan insiden tersebut ke Polsek Tigi dan pos Brimob. Polisi yang datang ke lokasi diserang warga yang membawa berbagai peralatan tradisional seperti parang, panah dan batu. Terjadi penembakan oleh aparat hingga mengenai warga.

ANTARA






Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

18 jam lalu

Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

Polsek Tambora menyelidiki kasus penembakan yang dilakukan seorang pria memakai jaket ojek online kepada warga di kawasan Tanah Sereal, Jakarta Barat


Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

7 hari lalu

Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

Insiden penembakan di sebuah sekolah di kota Izhevsk, Rusia menewaskan sedikitnya 17 orang, termasuk 11 anak-anak, dan melukai 24 lainnya.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

8 hari lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

9 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Mengenang Rapper Tupac Shakur, Ditembak Mati Saat Usianya 25 Tahun

21 hari lalu

Mengenang Rapper Tupac Shakur, Ditembak Mati Saat Usianya 25 Tahun

Karya musik Tupac Shakur telah didengar banyak kalangan. Sayang, pada 7 September 1996 ia ditembak orang tak dikenal, 6 hari kemudian ia tewas.


Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Lampung Pecat Aipda Rudi Suryanto

25 hari lalu

Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Lampung Pecat Aipda Rudi Suryanto

Polda Lampung menjatuhkan hukuman pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Aipda Rudi Suryanto, dalam kasus polisi tembak polisi.


Penembakan Acak Live di Facebook Meneror Memphis, Empat Orang Tewas

26 hari lalu

Penembakan Acak Live di Facebook Meneror Memphis, Empat Orang Tewas

Empat orang tewas dan tiga terluka setelah seorang pria berusia 19 tahun melakukan penembakan secara acak di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat.


Polisi Tembak Polisi di Lampung Tengah, Polisi Gelar Rekonstruksi di 4 TKP

27 hari lalu

Polisi Tembak Polisi di Lampung Tengah, Polisi Gelar Rekonstruksi di 4 TKP

Polres Lampung Tengah menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus penembakan terhadap Aipda Ahmad Karnain (41), personel Bhabinkamtibmas.


Pembunuh Kanada Saling Serang, Satu Tewas

28 hari lalu

Pembunuh Kanada Saling Serang, Satu Tewas

Seorang tersangka penusukan yang membunuh10 orang di Kanada, ditemukan tewas, Diduga kedua kakak adik Sanderson ini saling serang dalam pelarian.


Investigasi Mengungkap Shireen Abu Akleh Tak Sengaja Tertembak Tentara Israel

28 hari lalu

Investigasi Mengungkap Shireen Abu Akleh Tak Sengaja Tertembak Tentara Israel

Shireen Abu Akleh tewas karena terkena tembakan tentara Israel yang tak sengaja menembaknya, padahal tembakan hendak diarahkan ke militan Palestina.