Pilgub Jawa Barat, PAN Condong ke Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • bima arya

    bima arya

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya mengatakan saat ini partainya belum menentukan dukungan calon dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. Ada tiga kandidat kuat yang akan didukung, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. 

    "Perbincangan di partai itu, ya, Ridwan Kamil atau Deddy Mizwar," kata Bima di Djakarta Theatre XXI, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Agustus 2017.

    Baca: PPP Jabar Masih Pikir-pikir Jagokan Ridwan Kamil

    Menurut Bima, tiga kandidat tersebut memiliki basis kekuatan yang mumpuni. Keputusan PAN akan menunggu hasil dari Rakernas yang dilaksanakan minggu depan. "Sekjen PAN (Eddy Soeparno) sudah bertukar pikiran dengan Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar, tinggal memutuskan siapa yang akan diusung sebagai cagub," ujarnya.

    Untuk pendamping sebagai cawagub, kata Bima, sedang dipertimbangkan dua nama, yakni dirinya dan anggota DPR, Dessy Ratnasari. Walaupun pilihan pribadi lebih melanjutkan tugas sebagai Wali Kota Bogor, jika ditugaskan partai, Bima mengaku siap.

    Bima mengatakan masih banyak tugas yang harus diselesaikan sebagai wali kota. Permasalahan angkot di Bogor akan menjadi fokus kerjanya. “Kalau masalah belum selesai, rasanya belum tenang meninggalkan Bogor," ujarnya.

    Baca: Pilgub Jawa Barat, Asep Maoshul Sudah Klop dengan Ridwan Kamil

    Walaupun PAN ke depannya telah mengeluarkan keputusan resmi, menurut Bima, belum tentu Deddy Mizwar atau Ridwan Kamil akan memilih kader partainya. Saat ini tidak ada partai yang bisa langsung mengusung calon sendiri di pilgub Jawa Barat tanpa koalisi. "Lagi pula kan kursi kami juga kurang di Jawa Barat," katanya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.