Kodam Cenderawasih Investigasi Penembakan Nelayan di Timika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penembakan. haihoi.com

    ilustrasi penembakan. haihoi.com

    TEMPO.CO, Timika - Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Jumat 11 Agustus 2017, memulai investigasi kasus penembakkan terhadap nelayan di Pelabuhan Paumako, Timika, Papua yang berujung tewasnya Theo Cikatem pada Rabu lalu.

    Komandan Korem 174/ATW Merauke Brigadir Jenderal TNI Asep Gunawan mengatakan proses investigasi kasus tersebut akan dilakukan secara terbuka. "Kami dari TNI AD akan mengikuti dan taat hukum. Proses investigasi akan dilakukan secara terbuka oleh Kodam XVII/Cenderawasih," tegasnya, Jumat 11 Agustus 2017.

    Pangdam sudah memerintahkan Danrem memimpin tim investigasi dengan melibatkan Asisten Intel, Polisi Militer Kodam, juga dari Bagian Hukum Kodam.

    Baca: Jokowi: Sekolah Tidak Wajib Terapkan Full Day School 

    Danrem mengakui terduga pelaku penembakkan terhadap dua orang nelayan di kawasan Pelabuhan Paumako Timika merupakan anggota TNI AD atas nama Bripka Y yang sehari-hari bertugas sebagai anggota Unit Intel Korem 174/ATW di Timika.

    Anggota TNI itu kini sudah diamankan di Markas Kodam XVII/Cenderawasih di Jayapura bersama barang bukti senjata api pistol FN 45 untuk proses hukum selanjutnya.

    "Yakinlah dia akan diproses secara hukum. Silahkan masyarakat mengikuti perkembangan kasus ini, tidak ada yang ditutup-tutupi. Apapun bentuknya meskipun dia melakukan itu karena membela diri tetapi karena sudah jatuh korban maka pasti akan ada tindakan hukum," kata Asep.

    Pada Kamis 10 Agustus lalu, Asep Gunawan menemui keluarga korban dan menyerahkan bantuan kepada keluarga yang berduka.

    "Jenazah warga kita yang meninggal sudah dimakamkan. Secara adat kalau jenazah sudah dimakamkan maka diharapkan keluarga sudah bisa menerima," ujar Asep.

    Adapun seorang warga lainnya Rudi hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Rudi mengalami luka terkena tembakan pada tangan kanannya.

    Sedangkan seorang anggota intel Kodim 1710 Mimika bernama Kopda Andi yang terluka pada bagian punggung hingga menembus tulang belakangnya akibat terkena tombak, hingga kini kondisinya masih kritis di RSUD Mimika.

    Korban rencananya akan segera dirujuk ke RSPAL Surabaya untuk mendapat perawatan lanjutan.

    Insiden penembakan terhadap warga nelayan di Pelabuhan Paumako Timika bermula dari adanya perselisihan antara nelayan lokal dengan nelayan luar Papua dalam hal wilayah penangkapan ikan.

    Perselisihan tersebut kemudian memuncak hingga terjadi penyerangan ke Kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Paumako pada Rabu petang.

    Saat terjadi pertikaian antarkelompok nelayan lokal dengan nelayan luar Papua, anggota Unit Intel Korem 174/ATW Bripka Y dan anggota Unit Intel Kodim 1710 Mimika Kopda Andi sedang berada di lokasi itu untuk memantau situasi wilayah.

    Begitu terjadi perselisihan antarkelompok nelayan, kedua anggota TNI AD tersebut berupaya melerai warga yang bertikai.

    Namun massa yang datang dalam jumlah banyak ke Kantor Polsek Pelabuhan Paumako melakukan tindakan anarkis merusak fasilitas tersebut dengan batu, kayu dan tombak.

    "Situasi saat itu benar-benar kacau-balau. Pada saat terdesak, salah seorang anggota kami (Kopda Andi) ditombak dari belakang, Begitu melihat rekannya terkapar, Bripka Y mau menolong. Namun dari belakang ada yang memeluk dan berupaya merampas pistolnya sehingga terjadilan letusan senjata api tersebut," jelas Danrem.

    Situasi di kawasan Pelabuhan Paumako Timika kini sudah kembali kondusif.

    Adapun Kantor Polsek Pelabuhan Paumako kini kondisinya rusak parah akibat amukan massa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.