Alasan DPD Ingin Bangun Gedung Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang mengatakan lembaganya perlu membuat gedung baru. Gedung lama DPD dinilai sudah tidak memadai lagi untuk menunjang kinerja para senator.

    "(Gedung) DPD, sih, memang sangat-sangat sempit. Kan bisa lihat sendiri. Perlu ada peningkatan fasilitas dalam rangka menampung aspirasi daerah," kata pria yang akrab disapa OSO ini saat ditemui Tempo di ruangannya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2017.

    Baca: DPR Minta Rp 7,25 Triliun untuk Tahun Anggaran 2018

    Wacana pembangunan gedung di Senayan ramai diperbincangkan lagi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengajukan bujet Rp 7,25 triliun untuk tahun anggaran 2018. Sejalan dengan itu, muncul usul dari sejumlah Dewan untuk membangun gedung baru.

    Menurut OSO, bila DPR membangun gedung baru, DPD juga melakukan hal sama. "Kami bikin gedung baru, DPR bikin gedung baru lagi," ujarnya.

    Ketua Umum Partai Hanura ini menuturkan rencana pembangunan gedung di Senayan sudah diinisiasi sejak 2015. Ia berharap rencana ini bisa direalisasi tahun depan. "Mudah-mudahan. Seharusnya sudah mulai (pembangunannya)," ucapnya.

    OSO menyambut baik opsi gedung lama DPR diberikan kepada DPD. Usulan ini disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. "Gedung lama kita renovasi untuk DPD," kata Fahri.

    Menurut OSO, usulan tersebut menunjukkan hubungan antara kedua lembaga sudah membaik. "Kalau DPR sudah mengutarakan begitu, saya harus bersyukur, dong, bahwa hubungan kami, antara DPR dan DPD, sekarang jauh lebih maju dari sebelumnya," tuturnya

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.