Ada Gibran Rakabuming Saat Agus Yudhoyono ke Istana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, menemani Agus Harimurti Yudhoyono usai makan siang di Presidential Lounge Jakarta, 10 Agustus 2017. TEMPO/Aditya Budiman

    Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, menemani Agus Harimurti Yudhoyono usai makan siang di Presidential Lounge Jakarta, 10 Agustus 2017. TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.COJakarta - Agus Harimurti Yudhoyono mendatangi Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2017. Tak hanya menemui Presiden Jokowi, Agus, yang akrab disapa AHY, itu ternyata juga bertemu dengan Gibran Rakabuming, putra sulung Presiden.

    Gibran rupanya sudah lama ingin bertemu dengan Agus Yudhoyono. "Saya izin Bapak (Jokowi), boleh gabung enggak," kata Gibran di Jakarta.

    Permintaan Gibran dikabulkan ayahnya. Ketiganya menghabiskan waktu sekitar satu jam berbincang sambil makan siang di Presidential Lounge, ruang yang berada persis di sisi barat Istana Merdeka.

    Baca: Demokrat: Agus Yudhoyono Berpotensi Maju di Pilpres 2019

    Kedatangan Agus ke Istana Merdeka untuk mengundang Presiden Jokowi ke acara peluncuran The Yudhoyono Institute. Acara peluncuran direncanakan dilakukan pada Kamis malam ini di Ballroom Djakarta Theater. Meski demikian, Agus tidak bisa memastikan apakah Presiden akan meluangkan waktu untuk hadir di acara peluncuran.

    Lebih lanjut, dengan bertemu Presiden Jokowi dan Gibran, Agus mengatakan ingin membuka silaturahmi kepada semua elemen. Dengan posisi sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus mempunyai peran baru.

    Simak: Agus Yudhoyono Bicara Perdamaian di Mongolia 

    Begitu juga dengan Gibran, yang punya pekerjaan sendiri sebagai pengusaha makanan. Dengan ragam profesi yang dikerjakan anak muda, AHY optimistis akan ada kemajuan yang dibuat.

    "Saya punya keyakinan kalau anak bangsa berkumpul dengan pemikiran baik dan kreatif, pasti akan menghasilkan banyak," ucap Agus Yudhoyono.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.