Kepala PPATK: Telusuri Aliran Dana Bisa Cegah Terorisme

Reporter

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Badaruddin mengatakan penelusuran aliran dana kegiatan terorisme dapat mencegah dan memberantas tindak pidana terorisme secara maksimal. Pernyataan tersebut disampaikannya pada acara 'Diseminasi Kebijakan dan Regulasi di Bidang Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Masal', Kamis 10 Agustus 2017 di Hotel Mercure, Jakarta.


"Untuk dapat mencegah dan memberantas tindak pidana terorisme secara maksimal, perlu diikuti upaya lain dengan menggunakan sistem dan mekanisme penelusuran aliran dana karena tindak pidana teorisme tidak mungkin dapat dilakukan tanpa didukung tersedianya dana untuk kegiatan tersebut," kata Kiagus 

Baca juga:

Ketua PPATK Sebut Pendanaan Terorisme dari Person to Person


 

Menurutnya, tindak pidana teorisme dengan penggunaan senjata pemusnah masal adalah kejahatan internasional yang berbahaya, tidak hanya bagi keamanan Indonesia tetapi juga perdamaian dunia.

Terkait hal tersebut, usaha Indonesia untuk menelusuri aliran dana  terorisme dan kejahatan dengan senjata pemusnah masal lainnya merupakan salah satu bentuk penerapan tujuan nasional NKRI until turut serta menjaga perdamaian dunia. Hal ini tentu saja akan melibatkan kerjasama dengan negara lain.



Usaha penelusuran dana tindak pidana terorisme nantinya berguna untuk memblokir dan memproses hukum pihak-pihak yang berperan memberikan dana. Usaha ini didukung oleh peraturan bersama Menteri Luar Negeri RI, kepala Kepolisian RI, Kepala PPATK, dan Kepala Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapetan) yang tercantum dalam Daftar Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Masal. Peraturan tersebut ditetapkan pada 31 Mei 2017 lalu.

Melihat pentingnya pengetahuan publik terkait kebijakan tersebut, PPATK menyelenggarakan acara diseminasi kebijakan dan regulasi di Bidang Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Masal.



Kebijakan ini sendiri dilatarbelakangi oleh ancaman terorisme dan senjata pemusnah masal yang akhir-akhir ini dialami berbagai negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.


BIANCA ADRIENNAWATI I  S. DIAN ANDRYANTO





Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

17 jam lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

8 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

10 hari lalu

Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

Densus 88 menangkap delapan tersangka teroris di delapan lokasi berbeda di Dumai pada pukul 07.05-12.10 WIB.


Pria Ini Curi Pesawat dan Akan Menabrakkannya ke Walmart

21 hari lalu

Pria Ini Curi Pesawat dan Akan Menabrakkannya ke Walmart

Seorang pria yang menerbangkan sebuah pesawat kecil mengancam akan menabrak Walmart di Mississippi, AS.


18 Tahun Densus 88, Apa yang Dilakukan Tangani Terorisme?

30 hari lalu

18 Tahun Densus 88, Apa yang Dilakukan Tangani Terorisme?

Diresmikan 18 tahun lalu, pada 26 Agustus 2004, berikut adalah fungsi utama Densus 88 Antiteror.


Brimob Satuan Tertua Polri, Pelaksanaan Tugas Sehari-hari di Bawah Kendali Siapa?

30 hari lalu

Brimob Satuan Tertua Polri, Pelaksanaan Tugas Sehari-hari di Bawah Kendali Siapa?

Brimob satuan tertua Polri yang lahir pada 14 November 1946 ini dibentuk untuk mencegah ancaman Kamtibmas. Apa tugas, fungsi dan perannya?


Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

32 hari lalu

Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menilai guru bisa mengajarkan muridnya agar menjunjung kebhinekaan dan Pancasila sehingga terhindar dari radikalisme


Simpatisan Berkumpul Agar Mantan Perdana Menteri Imran Khan Tak Ditangkap Polisi

34 hari lalu

Simpatisan Berkumpul Agar Mantan Perdana Menteri Imran Khan Tak Ditangkap Polisi

Ratusan pendukung Imran Khan, berkumpul di luar rumah sang mantan perdana menteri Pakistan di Ibu Kota, Islamabad untuk mencegah penangkapan polisi.


Mantan PM Pakistan Imran Khan Dituduh Melancarkan Aksi Terorisme

34 hari lalu

Mantan PM Pakistan Imran Khan Dituduh Melancarkan Aksi Terorisme

Kepolisian Pakistan mendakwa Imran Khan dengan undang-undang anti-teror.


Pemerintah Telah Menyalurkan Kompensasi pada 650 Korban Kasus Terorisme

35 hari lalu

Pemerintah Telah Menyalurkan Kompensasi pada 650 Korban Kasus Terorisme

Secara keseluruhan, pemerintah mencatat sebanyak 1.370 korban terorisme masa lalu maupun korban terorisme pasca-lahirnya UU No. 5 Tahun 2018.