Mengapa Kalla Meyakini Kasus Novel Baswedan Segera Terungkap?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan segera terungkap. Selain Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian telah membentuk tim investigasi, adanya pergantian Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya juga dianggap akan berdampak positif pada pengungkapan kasus tersebut.

    "Dengan tim yang dibentuk oleh Kapolri. Kapolri mengambil alih kan itu, dan juga Kapolda yang baru, saya yakin juga dipercepat," kata Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 8 Agustus 2017.

    Menurut Jusuf Kalla, lebih dari tiga bulan sejak kasus penyiraman air keras terjadi, polisi belum juga berhasil mengungkap pelaku penyiraman. Tito Karnavian mengatakan tim investigasi yang merupakan tim gabungan Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

    BACA: Siapa Jenderal Peneror yang Dimaksud Novel Baswedan?

    Berbeda dengan tim pencari fakta yang diminta sejumlah kalangan, Tito mengatakan sifat tim investigasi ini lebih kuat dibanding tim pencari fakta. Sebab, temuan investigasi oleh tim akan digunakan dalam proses hukum karena bersifat pro justitia. Sedangkan temuan tim pencari fakta hanya bersifat rekomendasi.

    Kalla meyakini pergantian Kapolda Metro Jaya juga akan berpengaruh. Inspektur Jenderal Idham Azis dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya pada 26 Juli 2017 menggantikan Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan. Kalla mengatakan, sejauh ini kepolisian telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus tersebut. Namun kasus itu memang cukup sulit. "Polisi kan sudah berusaha sedemikian rupa, memang kasus seperti itu ada yang mudah, ada yang sulit," kata Kalla.

    BACA: Ada Tiga Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan

    Lebih jauh, Kalla mengatakan belum bersedianya Novel untuk memberi keterangan pada kepolisian soal dugaan pelaku penyiraman adalah soal waktu. Novel saat ini masih dalam keadaan sakit. "Mungkin itu alasannya, pada waktunya pasti," kata Kalla.

    Apalagi, menurut Kalla, sebagai mantan polisi, Novel memahami bahwa keterangan dari dia juga diperlukan untuk mengungkap kasus. Namun karena kondisi yang belum memungkinkan, Novel masih belum bersedia. "Karena disuruh istirahat dulu oleh dokter, sehingga dia tidak boleh dulu stres lah gitu. Tidak boleh berpikir panjang, karena dia dikhawatirkan matanya itu," kata Kalla.

    BACA: Bantah Fahri Hamzah, KPK: Perawatan Novel Ditanggung Negara

    Ini berbeda dengan sikap Novel Baswedan yang bersedia memberi keterangan saat wawancara di media. "Bicara di media mungkin lebih mudah daripada diperiksa data yang mesti diingat, macam-macam," kata Kalla.

    AMIRULLAH SUHADA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.