Kenapa Jokowi Undang Berbagai Pemuka Agama Akhir-akhir Ini?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan), tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati (kedua kanan), pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Maimoen Zubair (kiri), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin (kedua kiri) menghadiri Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 1 Agustus 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan), tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati (kedua kanan), pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Maimoen Zubair (kiri), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin (kedua kiri) menghadiri Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 1 Agustus 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepekan terakhir, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kerap memanggil pemuka agama ke Istana Kepresidenan. Pekan lalu, misalnya, ia memanggil Parisada Hindu Dharma Indobesia. Sementara itu, hari ini, ia memanggil Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). Apa pesan yang hendak disampaikan Presiden Jokowi?

    "Pesan kebangsaan," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat dicegat Tempo di depan kantornya, Senin, 7 Agustus 2017 mengenai pertemuan Jokowi dengan berbagai pemuka agama belakangan ini.

    Baca juga:

    Presiden Jokowi Menerima Parisada dan Wali Gereja, Isinya...

    Pratikno melanjutkan bahwa Presiden Joko Widodo juga memanggil berbagai pemuka agama karena bulan ini adalah bulan Kemerdekaan. Oleh karenanya, penting untuk menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak hanya peduli pada umat agama tertentu, tetapi juga umat yang lain di mana juga warga Indonesia.

    "Bulan ini adalah momentum yang bagus untuk meningkatkan solidaritas dan kebangsaan," ujar Pratikno menegaskan.

    Baca pula:

    Aksi Kamisan ke-501, Tuntut Presiden Jokowi Buktikan Cuitannya

    Pekan lalu, pimpinan tertinggi Parisada Hindu Dharma Indonesia, Ida Pedanda Gede Bang Buruan, menyampaikan bahwa pemanggilan para pemuka agama adalah bentuk kepeduluan Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, dirinya memandang bahwa kedatangan mereka sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah.

    "Dalam kitab suci kami, dalam catur guru, salah satu guru wisesa adalah pemerintah. Saya ingatkan, marilah kita bersatu dari bermacam-macan agama, dengan doa kesatuan, demi keajegan, kelanggengan, kejayaan," ujar Ida Gede Pedanda.

    Simak:

    MUI Berharap Tiap Agustus Ada Dzikir Kebangsaan di Istana  

    Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KWI Antonius Sugianto Bunyamin Oise. Ia menyampaikan bahwa Wali Gereja Indonesia mengapresiasi pemanggilan berbagai pemuka agama ke Istana Kepresidenan. Dan, hal itu membuat organisasinya berkomitmen untuk mendukung pemerintah mewujudkan nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. 

    "Pesan Pak Presiden (Jokowi) jelas, jangan hanya kata-kata tapi bagaimana mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi lebih penting daripada sekadar kata-kata, ujar Antonius.

    ISTMAN MP
     
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.