KPK Menimbang Kesehatan Novel Baswedan Sebelum Diperiksa Polisi  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan didepan kediamannya dikawasan Kelapa Gading, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut perkara penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Hasil pembicaraan mereka terakhir mengarah pada opsi pemeriksaan Novel di Singapura. 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, berujar, pada prinsipnya, mereka siap berangkat ke Singapura bersama polisi. “Sekarang tinggal tunggu waktu kapan tepatnya dan pertimbangan kesehatan (Novel Baswedan),” katanya di KPK, Senin, 7 Agustus 2017.
Baca: 
Kepolisian Telah Atur Jadwal Pemeriksaan terhadap Novel Baswedan
Fahri Hamzah: Novel Baswedan Pulang ke Indonesia, Bicara di Sini

Menurut Febri, Novel juga kemungkinan bersedia diperiksa. Namun masih ada pertimbangan, yaitu kesehatan dari penyidik senior KPK tersebut. Ia menyebutkan tim dokter tengah berkoordinasi untuk memutuskan apakah akan melakukan operasi besar terhadap Novel.

Febri menuturkan sebagian mata kiri Novel dalam kondisi memutih karena jaringan selnya telah rusak. Sehingga bisa saja tim dokter mengoperasi Novel. “Sempat ada perbaikan tapi diperiksa lagi,” ujarnya.

Sudah 110 hari lebih penyidik KPK itu mengalami kerusakan pada mata sebelah kiri akibat disiram air keras. Polisi mengklaim terus berupaya mencari pelaku sebenarnya. Sketsa wajah yang disampaikan pun telah disebar ke daerah-daerah. Rekonstruksi juga beberapa kali dilakukan.

Kepolisian mengaku terbuka apabila KPK ingin membantu dalam kasus Novel Baswedan ini. Namun mereka berkukuh penyidikan tetap pada kewenangannya karena kompetensi penyidikan dianggap ranah polisi.
 
DANANG FIRMANTO






Firli Bahuri Sebut Uang Suap Bupati Bangkalan Digunakan untuk Jasa Survei Elektabilitas

27 menit lalu

Firli Bahuri Sebut Uang Suap Bupati Bangkalan Digunakan untuk Jasa Survei Elektabilitas

Uang suap yang diterima Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron menurut Ketua KPK Firli Bahuri digunakan untuk kepentingan pribadi.


4 Fakta Kasus Suap Lelang Jabatan yang Menyeret Bupati Bangkalan

4 jam lalu

4 Fakta Kasus Suap Lelang Jabatan yang Menyeret Bupati Bangkalan

Bupati Bangkalan ditahan oleh KPK, Kamis dini hari, 8 Desember 2022, pukul 00.05 WIB.


Firli Bicara Kasus Formula E: KPK Tak Pernah Targetkan Seseorang Jadi Tersangka

5 jam lalu

Firli Bicara Kasus Formula E: KPK Tak Pernah Targetkan Seseorang Jadi Tersangka

Kasus Formula E menjerat eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Lukas Enembe Minta Dirawat di Luar Negeri, KPK: Harus Dirujuk RSCM atau RSPAD

6 jam lalu

Lukas Enembe Minta Dirawat di Luar Negeri, KPK: Harus Dirujuk RSCM atau RSPAD

Lukas Enembe terjerat kasus suap pemberian izin sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Papua.


Jadi Tersangka Suap Lelang Jabatan, Bupati Bangkalan Ditahan di Rutan KPK

8 jam lalu

Jadi Tersangka Suap Lelang Jabatan, Bupati Bangkalan Ditahan di Rutan KPK

Firli menjelaskan Bupati Bangkalan menerima uang suap Rp 5,3 miliar dalam kasus tersebut. Uang itu digunakan untuk keperluan pribadi.


Bupati Bangkalan Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Lelang Jabatan

8 jam lalu

Bupati Bangkalan Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Lelang Jabatan

Bupati Bangkalan terjerat dalam kasus suap lelang jabatan. Dia ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.


Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

10 jam lalu

Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

KPK resmi menahan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan lima tersangka kasus suap lelang jabatan di Pemerintahan Kabupaten Bangkalan.


KPK Tahan Bupati Bangkalan dalam Kasus Korupsi Lelang Jabatan

14 jam lalu

KPK Tahan Bupati Bangkalan dalam Kasus Korupsi Lelang Jabatan

KPK memastikan telah menahan para tersangka korupsi lelang jabatan di Pemkab Bangkalan. Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron termasuk di dalamnya.


Kasus Korupsi Helikopter AW 101, KPK Akan Berkoordinasi dengan Panglima TNI Baru

2 hari lalu

Kasus Korupsi Helikopter AW 101, KPK Akan Berkoordinasi dengan Panglima TNI Baru

KPK menyebut akan mulai kembali penyidikan kasus korupsi pengadaan helikopter AW 101 setelah pelantikan panglima TNI Laksamana Yudo Margono


KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

2 hari lalu

KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

KPK menyatakan telah menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi LNG Pertamina.