Ribuan Siswa Madrasah Seluruh Indonesia Ikuti Kompetisi di Yogya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melihat pemberian vaksin Measless Rubella (MR) saat Pencanangan Kampanye Imunisasi Measless Rubella (MR) di Madrasah Tsanawiah 10, Sleman, DI Yogyakarta, 1 Agustus 2017. Strategi imunisasi MR diberikan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo melihat pemberian vaksin Measless Rubella (MR) saat Pencanangan Kampanye Imunisasi Measless Rubella (MR) di Madrasah Tsanawiah 10, Sleman, DI Yogyakarta, 1 Agustus 2017. Strategi imunisasi MR diberikan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 3.000 siswa siswi madrasah seluruh Indonesia mengikuti Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2017. Kompetisi ini akan berlangsung selama sepekan, mulai hari ini Senin , 7 Agustus 2017, hingga Sabtu, 12 Agustus 2017, mendatang.

    Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kamarudin Amin dalam pembukaan menuturkan ajang kali ini meliputi empat bidang kegiatan. Yakni Aksioma, kompetisi sains madrasah, karya tulis ilmiah, madrasah expo.

    Baca juga: Menteri Agama Minta Full Day School Tidak Menggusur Madrasah

    Untuk bidang Aksioma meliputi lomba pidato bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia, lomba kaligrafi, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), hadroh, dan bulutangkis. Sedangkan kompetisi sains madrasah meliputi lomba matematika, fisika, kimia, biologi, yang dipadukan dengan pendidikan Agama Islam.

    "Event kali ini semua bidang telah didukung aplikasi teknologi sehingga lebih tertata pelaksanaanya," ujar Amin  pada saat acara pembukaan di Stadion Mandala Krida, Senin, 7 Agustus 2017 .

    Baca juga: OJK Kenalkan Sistem Keuangan kepada Siswa Madrasah

    Berdasarkan pantauan Tempo, ratusan bus yang membawa peserta terparkir memadati Stadion Mandala Krida. Sebelum pembukaan, digelar aksi seribu nasi tumpeng Wiwit Agung Madrasah Tahfidz mengawali proses pembukaan.

    Dalam acara seribu tumpeng ini digelar dzikir bersama yang dilanjutkan makan bersama atau dahar kembul oleh para guru-siswa madrasah.  Seribu tumpeng ini sebagai simbol lahirnya program unggulan madrasah salah satunya seperti tahfidz untuk membentuk karakter siswa madrasah. Usai aksi seribu tumpeng digelar pawai Ta'aruf Kontingen se-Indonesia dengan naik andong.

    Amin menuturkan penerapan teknologi informasi untuk acara ini dimulai dari sejak pendaftaran peserta, verifikasi, hingga penilaian lomba di tiap bidang. Sehingga hasil lomba bisa terupdate lebih cepat serta diketahui hasil perolehan medali.

    Pada upacara pembukaan Aksioma di Yogya ini juga dimeriahkan penampilan budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun bersama kelompok Kiai Kanjeng serta Band Letto. Selain itu juga tari kolosal siswa madrasah dengan koreografer Didik Nini Thowok.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.